Polisi Bongkar Pengedar 13,8 Kilogram Sabu

0
1.997 views
Kapolres Cilegon AKBP Sigit Haryono (dua kiri) memberikan keterangan pers tentang pengungkapan kasus narkoba jenis sabu-sabu di Mapolres Cilegon, Jumat (8/1).

Dua Ditangkap, Satu Tewas

CILEGON – Perburuan pengedar sabu-sabu seberat 13,8 kilogram oleh tim gabungan Polres Cilegon dan Polres Serang Kota membuahkan hasil.

Dua orang pengedar diringkus dan satu lagi tewas diterjang timah panas polisi.

Peredaran kasus narkoba itu terungkap, saat polisi menerima informasi adanya pengiriman paket sabu-sabu dari Sumatera ke Pulau Jawa. Sabu-sabu itu dikirim menggunakan bus dan transit di Kota Cilegon.

Petugas Satresnarkoba Polres Cilegon bergegas melakukan penyelidikan. Jumat (1/1), polisi mendapat informasi   dua buah peti kayu yang mencurigakan di rumah makan Kafie di Kelurahan Gerem, Kecamatan Gerogol, Kota Cilegon.

Dua buah peti kayu berisi buah alpukat dan semangka itu dititipkan oleh awak bus Mukhlis Raya.

Petugas kemudian mengecek dua buah peti kayu tersebut. Polisi menemukan paket sabu-sabu seberat 13,8 kilogram dalam peti kayu tersebut.

Atas temuan itu, Polres Cilegon membentuk Satgas untuk memburu pemilik barang haram tersebut. Anggota Satgas itu terdiri dari personel Satrenarkoba Polres Cilegon dan Satresnarkoba Polres Serang Kota.

Usai mendapat identitas pengedar, tim gabungan itu langsung mengejar mereka ke Pulau Sumatera.

“Sabtu tanggal 2 Januari 2021 sekira pukul 16.00 WIB dilakukan penangkapan terhadap ZE dirumahnya, tepatnya di Jorong Aua Duri, Desa Batu Bulek, Kecamatan Lintau Buo Utara, Kabupaten Tanah Datar, Provinsi Sumatera Barat,” kata Kapolres Cilegon Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Sigit Haryono, kemarin (8/1).

Tak lama, Polisi memburu rekan ZE, berinisial MS. Namun, MS berhasil kabur. ZE kembali membuka mulut. ZE menyebut satu orang lagi berinisial AP yang terlibat bisnis narkoba tersebut.

AP pun diburu polisi. Minggu (3/1) dinihari, AP berhasil disergap di Jalan Melati, Desa Balik Alam, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau.

Senin (4/1), polisi mendapat informasi keberadaan MS di daerah Jorong Air Putiah, Desa Sari Lamak, Kecamatan Harau, Kabupaten Lima Puluh Kota, Provinsi Sumatera Barat.

Tim bergegas kembali ke Provinsi Sumatera Barat. Hingga Selasa (5/1) dinihari, tim menyergap MS.

“Dalam upaya hukum penangkapan tersebut, MS melakukan perlawanan terhadap anggota dengan berusaha merebut senjata dari genggaman anggota di lapangan dan berusaha untuk melarikan diri, kemudian petugas melakukan upaya hukum dengan memberikan tembakan peringatan sebanyak dua kali ke udara,” beber Sigit.

Namun, tembakan peringatan itu tak digubris MS. Lantaran dianggap mengancam nyawa petugas, polisi menembak paha kiri MS.

“Tersangka dilarikan ke Puskesmas Tanjung Pati Guna untuk mendapatkan penanganan medis, namun karena peralatan medis tidak memadai, dirujuk ke Rumah Sakit Adnan WD Payakumbuh. Tetapi nyawa tersangka MS tidak tertolong,” papar Sigit.

Kata Sigit, kasus sabu-sabu senilai Rp13,8 miliar itu adalah pengungkapan terbesar oleh Polres Cilegon. Kasus ini akan dikembangkan hingga dapat membongkar jaringan pengedar lain.

Kasat Resnarkoba Polres Cilegon Ajun Komisaris Polisi (AKP) Dedi Mirza mengatakan, selain paket sabu-sabu, satu unit mobil Toyota Inova bernopol BM-1725-DU, empat unit ponsel diamankan polisi.

Diduga sabu-sabu itu berasal dari Cina  yang diselundupkan melalui jalur laut dan masuk melalui pelabuhan-pelabuhan tikus.

“(Tersangka dijerat-red) Pasal 114 ayat (2) dan atau Pasal 112 Ayat (2) UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika,” ujarnya. (bam/nda)