Polisi Diminta Disiplinkan Warga

0
930 views
Kapolda Banten Irjen Pol Fiandar bersama istrinya sekaligus Ketua Bhayangkari Polda Banten Ufiq Fiandar memotong tumpeng dalam rangka peringatan HUT Bhayangkara ke-74 di Mapolda Banten kemarin.

Antisipasi Penyebaran Covid-19

SERANG – Peringatan hari ulang tahun (HUT) Bhayangkara ke-74 tahun yang jatuh pada Rabu (1/7) dilakukan di ruangan Istana Negara, Jakarta yang diikuti oleh para pejabat teras dan jajaran pejabat dari Kepolisian.

Dalam kegiatan HUT ini juga digelar upacara yang sederhana tapi tetap khidmat di dalam ruangan.

Dalam sambutannya Presiden Joko Widodo memberikan amanat agar jajaran Polri harus ikut aktif terlibat mengajak masyarakat disiplin menjalankan protokol kesehatan Covid-19.

Jokowi juga meminta jajaran Polri untuk aktif terlibat mengajak dan mengawal masyarakat untuk disiplin menjalankan protokol kesehatan.

Jokowi berpesan agar pelaksanaan program penanganan Covid-19 ini dibantu dipercepat dan diawasi penggunaan anggarannya.

Sementara itu, menindaklanjuti amanat Presiden, Kapolda Banten Inspektur Jenderal Polisi (Irjen Pol) Fiandar mengatakan, HUT Bhayangkara ke-74 lebih ditujukan dalam penanganan Covid-19. Di saat pandemi masyarakat diharapkan masih produktif. “Hari Bhayangkara lebih ditujukan dalam mengatasi Covid-19, bagaimana produktivitas masyarakat tetap meningkat dan aman dari bahaya covid,” kata Fiandar kepada wartawan usai kegiatan peringatan HUT Bhayangkara di Mapolda Banten kemarin.

Penanganan pencegahan penyebaran Covid-19 tersebut merupakan misi pemerintah agar pandemi tersebut tidak menyebar luas dan menjangkiti banyak orang. “Itu (mengatasi Covid-19) bagian dari misi pemerintah,” ujar Fiandar didampingi Kabid Humas Polda Banten Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) Edy Sumardi Priadinata.

Fiandar mengatakan, penanganan Covid-19 dalam hal pendisiplinan masyarakat  telah disampaikan Presiden Joko Widodo dalam amanatnya di HUT Bhayangkara ke-74. Untuk mendisiplinkan masyarakat supaya patuh protokol kesehatan perlu sinergitas antara TNI, Polri dan pemerintah daerah. “TNI Polri harus tampil di mana tempat masyarakat yang perlu ditingkatkan penerapan protokol kesehatan,” kata pria berdarah sunda tersebut.

Jenderal polisi bintang dua itu berharap kedisplinan masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan meningkat. Dengan begitu, penyebaran virus Covid-19 ini dapat ditekan. “Di tempat keramaian gunakan masker, pola hidup sehat, jaga jarak. Kita ikut menggerakan, memotivasi masyarakat bersama unsur stakeholder terkait sehingga disiplin masyarakat terjaga,” ucap Fiandar.

Di wilayah hukum Polda Banten, hanya Kabupaten Tangerang yang masih menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Untuk mendukung PSBB tersebut, Polda Banten akan memperkuat dengan pengerahan personel ke Polresta Tangerang. “Kita perkuat unsur-unsur yang menyelenggarakan operasi Aman Nusa dalam rangka kontijensi wabah ini. Kita dorong kegiatan tersebut dengan mem-back up  Polres Tangerang sehingga pendisiplinan masyarakat meningkat,” kata Fiandar.

Di HUT ke-74 ini, Fiandar memberikan arahan kepada anggotanya untuk menjaga kesehatan. Anggotanya juga harus menjadi contoh dalam penerapan prokol kesehatan. “Kita harus jadi contoh masyarakat dalam penerapan protokol kesehatan, baru mendisiplinkan masyarakat. Yang berikutnya jangan sampai ada masalah timbul akibat wabah ini,” ucap alumnus Akpol 1987 tersebut. 

Sementara berkaitan dengan kriminalitas selama awal tahun 2020 di masa pandemic, hingga saat ini mengalami penurunan. Persentasenya mencapai 30 persen. “Secara umum saya evaluasi tiga bulan pertama Januari sampai Maret turun, April sampai Juni juga turun kurang lebih 30 persen. Mungkin ini karena aktivitas masyarakat dibatasi tapi mudah-mudah kesadaran masyarakat meningkat,” kata Fiandar.

Fiandar menuturkan, penegakan hukum di masa pandemi saat ini masih dilakukan dengan penerapan protokol kesehatan dan humanis. Penerapan protokol kesehatan tersebut juga dilakukan terhadap para tahanan yang ada di Polda Banten dan jajaran. “Tahanan masuk ke Polres, ke Polda harus rapid test dulu, kalau positif nanti di karantina selama 14 hari di sel khusus, setelah itu di rapid test lagi baru dimasukan ke sel yang bersama kalau sudah negatif,” ucap Fiandar.

Fiandar berharap, di masa pandemi saat ini masyarakat turut bertanggungjawab dalam penerapan protokol kesehatan. Ia tidak memungkiri kesadaran masyarakat belum sepenuhnya menerapkan protokol kesehatan. “Saya harapkan kita semua sadar menerapkan protokol kesehatan,” tutur Fiandar. (mg05/air)