Polisi Musnahkan 1,2 Kilogram Sabu

0
1492
Polisi menunjukkan barang bukti sabu-sabu seberat 1,2 kilogram di halaman Mapolsek Ciputat Timur sebelum dimusnahkan, Jumat (15/1). Pemusnahan narkotika golongan satu itu dengan cara diblender.

CIPUTAT – Sabu-sabu seberat 1,2 kilogram dimusnahkan di Mapolsek Ciputat Timur, Jumat (15/1). Narkotika golongan satu itu diperoleh polisi dari Dicky Hardiansyah (33) dan Idrus Firdaus (40).

Pemusnahan barang bukti itu dilakukan dengan cara diblender dan dicampur air serta serbuk pembersih. “Barang bukti sabu ini kita musnahkan, total ada 1,2 kilo,” kata Kanit Reskrim Polsek Ciputat Ajun Komisaris Polisi (AKP) Hitler Napitupulu kepada wartawan, Jumat (15/1).

Kata Hitler, sabu-sabu diamankan petugas dari tangan Dicky dan Idrus di kediamannya, Rabu (14/10/2020).

Sebelumnya, Dicky dan Idrus disergap saat bertransaksi di Jalan Pergudangan Multi Guna, Jalan Musala Al-wustho, Pakualam, Serpong Utara.

“Saat penangkapan, petugas mengamankan satu bungkus plastik klip bening berisi berat bruto lima gram dan satu bungkus berisi 10 gram sabu yang disimpan dalam kotak rokok,” kata Hitler.

Usai mengamankan Idrus dan Dicky, polisi menggeledah kediaman Idrus di daerah Pakualam, Serpong Utara. Dari lokasi tersebut, ditemukan satu bungkus plastik teh berisi sabu-sabu seberat 1.047 gram serta empat bungkus plastik klip bening di dalam ember yang berisi sabu-sabu seberat 145 gram.

“Keduanya langsung kita bawa ke Mapolsek Ciputat,” kata mantan Kanit Reskrim Polsek Pamulang itu.

Diungkapkan Hitler, pengedar narkoba saat ini kesulitan memasok -sabu-sabu di tengah masa pandemi Covid-19. Sebab, seluruh lokasi hiburan malam tutup dan aktivitas masyarakat dibatasi. Sehingga, transaksi terpaksa dilakukan langsung di pinggir jalan.

Akibatnya, Dicky dan Idrus yang tertangkap dijerat Pasal 114 ayat (2) Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. “Keduanya diancam maksimal penjara selama 20 tahun,” kata Hitler.

Sementara Kepala BNN Tangsel Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Renny Puspita mengatakan, Kecamatan Ciputat adalah wilayah dengan peredaran narkotika tertinggi di Kota Tangsel. “Kalau wilayah yang patut kita atensi itu wilayah Ciputat,” ujarnya.

Dijelaskan Renny, peredaran yang tinggi itu disebabkan Ciputat menjadi jalur pelintasan antara wilayah Jawa Barat dengan DKI Jakarta. “Ini kan dekat wilayah selatan, Depok, dan Bogor, Sukabumi juga dekat. Jadi wilayah lintasan ini yang akan kita atensi,” ujarnya.

Dia menyebutkan jenis narkotika yang paling banyak beredar di Kota Tangsel adalah sabu-sabu. “Sebetulnya kalau kita kan penghasil ganja, tapi banyak sekali tangkapan di Polres ini sabu,” tuturnya. (rbnn/nda)