Polisi Pantau Medsos Saat Pilkada

CILEGON  – Kapolres Cilegon AKBP Yudhis Wibisana mengingatkan kepada jajaran Polres Cilegon untuk memantau aktivitas masyarakat di media sosial (medsos) selama penyelenggaraan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020. Hal tersebut disampaikan Yudhis pada serah terima jabatan (sertijab) sekaligus pisah sambut sejumlah petinggi Polres Cilegon di aula Mapolres Cilegon, Senin (18/11). Prosesi serah terima jabatan dilakukan di lapangan Mapolres. Sedangkan pisah sambut di aula.

Di era teknologi saat ini, kata Yudhis, medsos mempunyai peran yang sangat penting dalam penyebaran berbagai macam informasi, termasuk hal-hal yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Bahkan, medsos mempunyai kekuatan yang hebat dalam memengaruhi situasi kamtibmas.

Berkaca pada pemilihan presiden (pilpres) dan pemilihan legislatif (pileg) lalu, lanjut dia, perubahan yang bisa ditimbulkan oleh medsos hanya dalam hitungan sangat cepat. Perhitungan waktunya bukan hari lagi, tapi sudah detik. “Kita perlu tahu pengalaman di 2019 segitu gencarnya medsos berpengaruh terhadap kondisi kamtibmas. Segala sesuatu yang dapat mengganggu kamtibmas saya minta di take down,” ujar Yudhis.

Untuk memantau medsos, Polres Cilegon akan melakukan patroli siber. Pihaknya akan membentuk tim khusus yang dipimpin oleh Kabagops Polres Cilegon Kompol Edi Sumirto Gultom dan Kasatreskrim Polres Cilegon AKP Zamrul Aini. Karena itu, polisi dinilai jangan segan untuk memanggil pihak yang berupaya mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat melalui medsos dengan menggulirkan berita bohong, provokasi, isu SARA (suku, agama, ras, dan antargolongan), dan lainnya.

“Kalau diketahui IP address-nya panggil. Enggak ada alasan kalau ada menggulirkan provokasi, isu SARA dan lain-lain. Lacak pelakunya, di mana lokasinya, panggil,” ujarnya.

Selain memantau aktivitas medsos, guna mengantisipasi ancaman kamtibmas, Yudhis meminta kepada Kasat Intel yang baru, AKP Bai Ma’mun, untuk mengumpulkan seluruh jajaran dan Kanit Intel di seluruh polsek di wilayah hukum Polres Cilegon. Hal itu untuk menginventarisasi potensi konflik. Kemudian mempersiapkan langkah antisipasinya.

“Sebelum gong Pilkada 2020, semuanya clear. Kalau sudah menjadi konflik sosial, sulit diselesaikan,” tuturnya.

Yudhis juga mengingatkan kepada anggota Polres Cilegon untuk menjaga netralitas demi membangun serta mempertahankan kepercayaan publik yang selama ini sudah diberikan oleh masyarakat ke korps kepolisian. “Netralitas perlu kita junjung tinggi demi public trust. Kalau sudah tidak mempunyai kepercayaan masyarakat, dalam melaksanakan kegiatan pengamanan, mau dibawa ke mana Polres kita,” tuturnya.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Cilegon Irfan Alfi menuturkan, dari serangkaian proses pilkada, ada beberapa proses yang paling menarik animo publik. Di antaranya, pencalonan, kampanye, debat kandidat, dan penghitungan suara.

Rangkaian proses tersebut, kerap menjadi momentum bagi pihak tertentu untuk menyebarkan hoax supaya pilkada tidak kondusif dan menimbulkan gesekan di tengah masyarakat.  “Peran kita bersama kepolisian bagaimana mengurangi hoax. Saat ini menjadi konsentrasi kita terkait peredaran hoax yang mempunyai dampak signifikan terhadap proses tahapan pilkada,” papar Irfan.

Menurut Irfan, kepolisian mempunyai peran yang sangat penting menyikapi hal tersebut. Di bawah kepemimpinan kepala polres yang baru, ia berharap kerja sama yang selama ini telah terbangun dalam menyosialisasikan bahaya hoax dan hal lainnya bisa dilanjutkan.  “Selama ini KPU dan kepolisian telah bekerja sama dengan baik dalam memerangi hoax,” tegas Irfan.

Irfan menilai polisi mempunyai peran penting untuk mewujudkan pilkada berjalan dengan baik, demokratis, adil, terbuka, transparan, dan melibatkan partisipasi publik. (bam/aas/ira)