Polisi Perbaiki Kultur Kinerja

0
1.234 views
Kapolda Banten Brigadir Jenderal (Brigjen) Listyo Sigit Prabowo.

SERANG – Di usianya yang ke-71, tahun ini, Polri masih terus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap institusinya. Upaya itu dilaksanakan oleh satuan fungsi kepolisian dari Mabes Polri hingga satuan kewilayahan di daerah tak terkecuali Polda Banten.

Kapolda Banten Brigadir Jenderal (Brigjen) Listyo Sigit Prabowo menjelaskan, melakukan dengan berpedoman pada kebijakan pimpinan Polri dan program prioritas Kapolri. “Tetap berpedoman kepada commander wish dan program prioritas Kapolri. Dimana upaya peningkatan public trust berfokus pada dua hal besar. Yakni, peningkatan kinerja dan perbaikan kultur,” katanya kepada Radar Banten, Minggu (2/7).

Pelaksanaan dua hal itu, lanjut Kapolda, disesuaikan dengan karakteristik sosial dan budaya masyarakat Banten. Ada tiga faktor dalam upaya meningkatkan kepercayaan masyarakat kepada Polri. Yakni, peningkatan pelayanan publik dengan mengembangkan pelayanan kepolisian yang berbasis teknologi dan informasi seperti SIM online, e-tilang, dan SKCK online. Kemudian, memangkas rantai birokrasi di kepolisian dengan menyederhanakan regulasi dan proses pada loket pelayanan.

Selain itu, sambung Kapolda, mendukung kebijakan reformasi hukum yang digulirkan pemerintah. “Yakni dengan membentuk Satgas Saber Pungli. Polda Banten sudah mengungkap enam kasus pungli dengan delapan pelaku anggota Polri dan empat pelaku sipil,” tegas Listyo.

Polda Banten juga membuat progam berbasis Android dan IOS dengan nama Banten Bersatu. Aplikasi ini memudahkan masyarakat mengakses berbagai pelayanan kepolisian seperti live CCTV, mengakses berita, dan panduan lokasi strategis. Masyarakat juga dapat menggunakan tombol darurat di dalam aplikasi Banten Bersatu apabila menghadapi tindak kejahatan atau bencana alam.

Bagaimana dengan peningkatan profesionalisme penegakan hukum? Listyo menyebutkan, upaya yang dilakukan dengan mengintensifkan sertifikasi kemampuan teknis penyidik kepolisian. Ini dilakukan untuk meningkatkan kompetensi penyidik kepolisian, khususnya dalam menangani kasus yang perlu didukung oleh scientific crime investigation (SCI).

“Satu bulan sekali, kami rutin melakukan anev (analisa dan evaluasi-red) terkait proses penegakan hukum yang dilakukan untuk memastikan seluruh kegiatan penegakan hukum dapat dilaksanakan secara professional dan prosedural,” jelasnya.

Antisipasi penyelewengan aparat kepolisian juga menjadi perhatian Listyo. Ia melakukannya dengan memperkuat pengawasan melekat dan berjenjang terhadap para penyidik kepolisian. “Dengan melibatkan unsur pengawas internal dan eksternal seperti Kompolnas, Ombudsman, dan Komnas HAM,” ujarnya.

Kepada anggotanya, Kapolda memerintahkan agar kehadiran polisi di tengah masyarakat diperkuat. Pemantapan pemeliharaan kamtibmas ini dilakukan dengan penambahan jumlah personel Bhabinkamtibmas di setiap desa. Sehingga, cita-cita Polri agar satu desa satu Bhabinkamtibmas di Banten terpenuhi.

Cara polisi memelihara kamtibmas juga dilakukan Kapolda dengan menempatkan anggotanya yang berseragam di sentra kegiatan masyarakat, daerah rawan kejahatan, rawan kemacetan, dan rawan kecelakaan lalu lintas.

Perubahan kultur di tubuh Polri, dilakukan Listyo dengan mengintensifkan pelatihan revolusi mental dan karakter kepemimpinan dengan melibatkan Aini Center. Lalu, menggelar kegiatan pembinaan rohani anggota kepolisian secara rutin. “Satu minggu sekali,” jelasnya.

INSTRUKSI

Sesuai instruksi Kapolri terkait aksi teror terhadap anggota Polri, Listyo telah memerintahkan seluruh anggotanya untuk meningkatkan kesiapsiagaan, baik markas kepolisian maupun pos jaga. Polisi sudah melengkapi tempat polisi bertugas itu dengan kamera CCTV.  “Patroli diintensifkan, anggota jaga diperbanyak dan diperkuat dengan anggota bersenjata api dan perlindungan badan,” tegas Listyo. “Personel Polri, agar tetap menjaga soliditas dan agar tidak ragu melakukan tindakan tegas terhadap pelaku yang melakukan penyerangan, tapi tetap tidak mengurangi pelayanan terhadap masyarakat. Kami juga minta peran aktif masyarakat dalam menangkap paham terorisme dan radikal,” imbaunya.

Kepada masyarakat, ia meminta tidak perlu cemas atas kejadian teror terhadap personel kepolisian. Ia memastikan, jajarannya akan tetap melaksanakan tugas secara optimal. “Polri tetap akan melaksanakan tugasnya secara optimal dalam memberikan pelayanan di bidang kamtibmas dan penegakan hukum,” pungkasnya. (Agus P-Merwanda/RBG)