Polisi Selidiki Dugaan Penganiayaan Bayi

0
60

SERANG – Dugaan penganiayaan bayi berusia tiga bulan asal Kelurahan Karangantu, Kecamatan Kasemen, Kota Serang mulai diselidiki polisi. Penyelidik Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (UPPA) Satreskrim Polres Serang Kota tengah berencana meminta keterangan saksi.

“Benar kami sudah terima laporannya (kasus penganiayaan bayi-red),” ujar Kanit PPA Satreskrim Polres Serang Kota Inspektur Polisi Dua (Ipda) Yuli Haeni kepada wartawan, Selasa (18/6).

TR (19), ayah kandungnya korban dituding sebagai pelaku penganiayaan. Kemarin (18/6), SR (16), ibu kandung korban resmi melaporkannya ke Mapolres Serang Kota. Kekerasan itu terjadi pada Sabtu (15/6) sekira pukul 15.30 WIB. Sebelumnya, SR meninggalkan korban di dalam rumah bersama TR.

Saat kembali ke rumah, SR mendapati bayinya telah menangis. SR berusaha menenangkan putra pertamanya itu dengan menggendongnya. Tetapi, tangis korban tak kunjung berhenti. SR kaget saat melihat mata kiri buah hatinya itu lebam.  “Kami akan periksa saksi-saksi,” kata Yuli.

SR menduga pelaku penganiayaan itu adalah suaminya sendiri. Usai kejadian itu, TR menghilang. Diakui SR, TR sudah beberapakali melakukan kekerasan terhadap anaknya. “Sebelumnya pernah (menganiaya anak-red),” kata SR ditemui di kediaman bibinya.

Sifat kasar telah TR ditunjukkan sejak menikahinya pada 2018 lalu. TR kian kasar setelah mengetahui SR hamil. “Sewaktu saya hamil dulu, kaki diinjek, bahkan kepala saya juga pernah diinjek dia (suaminya-red). Hampir tiap hari saya nangis,” tutur SR.

SR menilai buruh serabutan tersebut harus mempertanggungjawabkan perbuatannya. Didampingi keluarga dan Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Banten, TR dilaporkan ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Serang Kota. “Iya saya udah lapor sama Pak Lutfi (Ketua LPA Banten),” kata SR. (mg05/nda/ags)