Polisi Sita Uang Palsu dari Pedagang Kopi Keliling Rp40 Juta

Kapolres Metro Tangerang Kota Komisaris Besar (Kombes) Abdul Karim (dua dari kiri) menunjukkan barang bukti upal di aula Polres Metro Tangerang Kota, di Jalan Daan Mogot, Kota Tangerang, Selasa (13/8). Foto Alwan/Radar Banten

TANGERANG – FMS (54) diciduk petugas Satreskrim Polres Metro Tangerang Kota di kawasan Sawah Besar, Jakarta Pusat, Jumat (2/8). Pedagang kopi keliling ini dituduh telah membuat dan mengedarkan uang palsu (upal).

“Jadi pelaku ini produksi sendiri di rumahnya. Pelaku mengaku berjualan kopi keliling di Jakarta” jelas Kapolres Metro Tangerang Kota Komisaris Besar (Kombes) Abdul Karim saat jumpa pers di aula Polres Metro Tangerang Kota, di Jalan Daan Mogot, Kota Tangerang, Selasa (13/8).

Produksi upal pecahan Rp50 ribu dan Rp100 ribu ini dilakukan FMS di kediamannya. Total upal yang diamankan polisi sebesar Rp40.850.000. Yakni, 129 lembar pecahan Rp100 ribu dan 559 lembar pecahan Rp50 ribu.

Selain itu, diamankan juga 14 lembar kertas untuk cetak upal dan 25 lembar kertas ban nominal Rp5 juta. “Kami sita juga uang asli dari hasil belanja menggunakan uang palsu senilai Rp207 ribu,” jelas Abdul Karim.  

FMS ditangkap usai polisi menerima laporan peredaran upal di pasar tradisional di Kota Tangerang. Awalnya, polisi meringkus SP (50) di Pasar Anyar, Kota Tangerang, Selasa (30/7) lalu. “Temuannya dari Pasar Anyar bahwa ada peredaran uang palsu pecahan 50 ribuan,” kata Abdul Karim.

Polisi mengamankan beberapa lembar upal pecahan Rp100 ribu dan Rp50 ribu dari perempuan paruh baya ini. Setelah dilakukan pengembangan, polisi menyergap perempuan berinsial N (49) di kediamannya di Kecamatan Jatiuwung, Kota Tangerang, Kamis (1/8) lalu. N adalah pemasok upal kepada SP.

Dari keterangan N, polisi meringkus perempuan berinisial Y (49). Dia disergap saat mengedarkan upal di Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, Jumat (2/8). Y kemudian mengungkapkan keterlibatan suaminya, FMS.

Atas perbuatannya, pria asal Timor Leste ini beserta komplotannya ditahan di Mapolresto Tangerang Kota. Keempatnya dijerat Pasal 245 KUH Pidana dan UU No. 7/2011 tentang Mata Uang Rupiah. “Pelaku diancaman 15 tahun kurungan penjara,” kata Abdul Karim.

Abdul mengimbau masyarakat harus teliti dan selektif saat transaksi jual beli. “Harus dipegang maupun dilihat kembali jenis uangnya, apabila mencurigakan dicek keaslian uang tersebut,” imbau Abdul Karim.

Sementara, FMS mengaku awal mengenal upal dari rekannya. Setelah itu, penjual kopi keliling ini pun menjual upal tersebut. “Awalnya dikasih (Uang palsu-red) di Sunda Kelapa, Jakarta Utara, lalu saya disuruh jualan,” ungkapnya (one/nda/ags)