Polisi Tangkap Mafia Tanah di Cikande

0
217
Kasubdit III AKBP Sofwan Hermanto (berdiri) berbincang dengan RT (membelakangi kamera) di sela-sela pemeriksaan di Mapolda Banten, Kamis (28/2).

SERANG- Tim Satgas Mafia Tanah Polda Banten menangkap Direktur PT AMS berinisial RT (27) di kediamannya, Rabu (27/2) malam. Upaya paksa dilakukan setelah warga Kampung Banjarsari, Desa/Kecamatan Cikande, Kabupaten Serang itu mangkir dari panggilan penyidik.

RT dijadwalkan diperiksa oleh penyidik Subdit II Harta Benda Bangunan Tanah (Hardabangtah) Ditreskrimum Polda Banten pada Senin (25/2). Namun, tersangka mafia tanah itu mangkir dari panggilan penyidik. “Tersangka dinilai tidak kooperatif,” kata Kasubdit III Hardabangtah Polda Banten Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Sofwan Hermanto dihubungi Radar Banten, Kamis (28/2).

Selain RT, Satgas Mafia Tanah menjemput paksa dua tersangka lain. Yakni, BS (59) dan HI (59). Keduanya ditangkap hampir bersamaan pada Kamis (28/2) dinihari. BS amankan di Desa Parigi, Kecamatan Cikande. Sementara, HI ditangkap di di Desa Cikande, Kecamatan Jayanti, Kabupaten Tangerang. “BS juga mangkir saat dipanggil penyidik. Kalau, HI memang sempat diperiksa,” kata Sofwan.

Ketiganya bersama HU disangka memalsukan 15 surat oper garapan seluas sepuluh hektare tanah di Desa Parigi, Kecamatan Cikande. Keempatnya memiliki peranan berbeda. RT selaku pengguna dokumen, BS bertugas mengetik, HI bertugas sebagai konseptor, dan HU sebagai aktor intelektualnya.

“Direktur PT AMS sebagai pengguna surat oper garapan untuk memohon terbitnya surat rekomendasi dari Dinas Tata Ruang dan terbitnya Izin Prinsip dari Kantor BPTPM,” kata Sofwan yang juga menjabat Kasub Satgas Tindak Mafia Tanah.

Direktur Reskrimum Polda Banten Komisaris Besar (Kombes) Pol Novri Turungga mengatakan, penangkapan ketiga tersangka untuk mempercepat proses penyidikan.

“Tersangka HU akan kita panggil ulang karena yang bersangkutan sedang berada di Arab Saudi,” jelas Novri.

Dikatakan Novri, penyidik berencana memanggil ulang Direktur PT PMS berinisial RMN. Soalnya, tersangka mafia tanah seluas 2.000 meter persegi di Desa Saga, Kecamatan Balaraja, Kabupaten Tangerang itu juga mangkir dari panggilan penyidik.

Dugaan itu berdasarkan hasil pemeriksaan 11 saksi dan pemeriksaan dokumen, seperti surat girik hilang, surat keterangan waris, surat terima luas, surat pernyataan, dan surat pengakuan hak (SPH). “Ketiga tersangka masih dalam pemeriksaan (HI, BS, RT-red). Akan kita lanjutkan dengan penahanan,” ucap Novri.

Sebelumnya, Satgas Mafia Tanah Polda Banten menangkap sepuluh orang di Kabupaten Serang, Kabupaten Tangerang, dan Kota Cilegon. Sepuluh orang itu berinisial ML, DH, JA, IS, ES, SW, HE, PH, JA, dan LM.

JA diketahui sebagai mantan kepala Desa Cisait, Kecamatan Kragilan, Kabupaten Serang. IS adalah ASN Satpol PP di Kabupaten Serang, PH adalah honorer pada kantor yang membidangi pertanahan, sedangkan tersangka JA adalah Kepala Sub Bagian TU pada sebuah dinas di Kota Serang. Mereka ditahan di Rutan Mapolda Banten. (Merwanda)