Polisi Ungkap Peredaran Ganja di Kalangan Pelajar

0
611 views
Kapolres Serang Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Indra Gunawan (tiga kanan) saat ekspos kasus narkoba di Mapolres Serang, Selasa (4/2).

SERANG – Peredaran narkoba jenis ganja di kalangan pelajar di Kabupaten Serang diungkap. YS (19), pengedar narkoba yang menjual ganja kepada pelajar diringkus polisi, Sabtu (18/1) lalu. Sebanyak 30 paket ganja seberat 117 gram diamankan sebagai barang bukti.

Sasaran YS adalah para pelajar di daerah Ciruas dan Walantaka. Satu paket ganja dijual oleh YS seharga Rp50 ribu hingga Rp100 ribu.

“Dijual kepada pelajar di sekitaran Ciruas dan Walantaka. Harganya Rp50 ribu sampai Rp100 ribu satu paketnya,” kata Kapolres Serang Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Indra Gunawan saat ekspos di Mapolres Serang, Selasa (4/2).

Daun ganja tersebut dibeli oleh warga Desa Cilayang, Kecamatan Cikeusal, Kabupaten Serang itu dari NI (17). Satu paket ganja seberat 200 gram dibeli oleh YS seharga Rp1,2 juta. YS kemudian menjual daun ganja itu setelah dipecah ke dalam puluhan paket kecil.

“Barang bukti ini (30 paket ganja-red) adalah sisa. Awalnya, dia dapat satu garis dengan berat 200 gram ganja. Sisanya sudah dijual ke pelajar,” kata Indra.

Hingga kini, polisi masih memburu NI. Bandar tersebut diketahui masih berstatus pelajar. “Belum tertangkap. Masih dilakukan pencarian,” ujar Indra didampingi Kasat Resnarkoba Polres Serang Ajun Komisaris Polisi (AKP) Trisno Tahan Uji.

Polisi turut mengamankan RMH alias Pace, rekan YS. Keduanya ditangkap bersamaan di pinggir Jalan Cikeusal, Kampung Cimaung, Desa Sukaraja, Kecamatan Cikeusal, Kabupaten Serang. “Pengakuannya baru sekali ambil barang (ganja-red). Diambil di daerah Cigoong (Kecamatan Walantaka, Kota Serang-red),” tutur Indra.

Sementara, YS mengaku, selain kalangan pelajar, daun bernama latin Cannabis sativa itu juga dijual kepada kalangan umum. “Enggak semua pelajar, ada yang sudah enggak sekolah,” kilah YS.

Selain YS dan RMH, sebanyak 15 penyalahguna narkotika juga dibekuk. Belasan pengguna dan pengedar narkoba itu diamankan dari 5 Januari hingga 31 Januari lalu. “Keseluruhan ada 17 orang tersangka. Mereka ini kami tangkap di berbagai tempat di wilayah hukum Polres Serang,” kata jebolan Akpol 2000 itu.

Mayoritas tersangka berusia 17 tahun. Sisanya, berusia di atas 17 tahun hingga 54 tahun. Total barang bukti yang diamankan adalah 170 gram ganja dan 6,91 gram sabu-sabu. Selain itu, ada beberapa unit ponsel yang diduga sebagai sarana untuk bertransaksi.

“Ada yang pelajar. Karena mereka ini di bawah umur kami sudah limpahkan ke pengadilan. Proses hukumnya lebih cepat dibandingkan dengan orang dewasa,” kata Indra.

Belasan tersangka itu disangka melanggar Pasal 114 ayat (1) dan Pasal 112 ayat (1) UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. “Ancaman pidananya selama lima tahun dan paling lama 12 tahun,” kata Indra. (mg05/nda/ira)