Polisi Ungkap Sindikat Pengedar Ganja

Kapolresto Tangerang Kota Kombes Pol Sugeng Hariyanto (tengah) menunjukan barang bukti ganja, di Mapolresto Tangerang Kota, Selasa (4/8).

TANGERANG- Sindikat pengedar narkoba diringkus petugas Satresnarkoba Polresto Tangerang Kota. Ganja kering sebanyak 14,5 kilogram diamankan di rest area Karang Tengah KM 14.

Ganja tersebut dibawa oleh YK, dengan mobil Calya warna orange untuk diantar ke tersangka DP dan ML di daerah Cisoka Kabupaten Tangerang atas suruhan tersangka JON yang saat ini masih dalam pengejaran.

Kapolresto Tangerang Kota Kombes Pol Sugeng Hariyanto mengatakan, pengungkapan narkoba jenis ganja ini berdasarkan informasi dari masyarakat yang selanjutnya dilakukan pengembangan dan dilakukan penangkapan.

“Dari hasil pengembangan, akhirnya anggota berhasil mengamankan tersangka YK yang dipimpin langsung oleh Kasat Narkoba AKBP Pratomo Widodo di rest area Karang Tengah,” katanya di halaman Polresto Tangerang Kota, Selasa (4/8).

Sugeng menambahkan, dari penangkapan YK, anggota berhasil melakukan pengembangan dan mengamankan DP serta ML di SPBU Cisoka Kabupaten Tangerang dengan menggunakan mobil Grand Max.

“Dari tangan tersangka ML dan DP, ditemukan paket ganja dengan berat 2,36 gram yang selanjutnya kami amankan ke polres untuk dilakukan pengembangan lanjutan,” jelasnya.

Katanya, ketiganya dijerat Pasal 114 ayat (2), Pasal 111 ayat (2) jo Pasal 132 UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Tidak hanya pengedar narkoba jenis ganja, petugas juga mengungkap peredaran sabu-sabu yang dibawa oleh HC di wilayah Batuceper. Dari tangan tersangka polisi mengamankan 417 gram atau sebanyak 15 paket sabu-sabu.

Sugeng menuturkan, setelah menangkap HC, petugas mengembangkan kasusnya ke wilayah Grogol Petamburan, Jakarta Barat. “Menurut HC, dia mendapatkan barang tersebut dari tersangka Abang yang saat ini masih dalam pencarian anggota Sat Narkoba,” tuturnya.

Kata Sugeng, dugaan sementara barang tersebut dari peredaran lapas yang ada di Jakarta dan juga Banten.

“Kami masih melakukan penyelidikan, untuk mengetahui apakah benar barang tersebut dari dalam lapas atau tidak,” ungkapnya.

Sementara HC disangka melanggar Pasal 114 ayat (2) dan Pasal 112 ayat (2) UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. “Tersangka terancam hukuman seumur hidup. Saat ini Tangerang sudah dijadikan jalur transaksi jaringan narkoba nasional dan internasional. Dalam situasi Covid-19, jaringan besar narkoba tersebut terus mencoba memanfaatkan keadaan,” tutupnya. (rbnn/nda)