Polisi Usut Bandar Pemesan Sabu

0
947 views
Polisi menunjukkan barang bukti sabu-sabu dari tiga pelaku yang ditembak mati di Gading Serpong, Kamis (30/1).

Banten Jadi Daerah Perlintasan

TANGERANG – Polisi menduga sabu-sabu seberat 288 kilogram yang dibawa GUN, AM, dan IA berasal dari luar negeri. Meski, ketiga pelaku telah ditembak mati oleh polisi pada Kamis (30/1), Polda Metro Jaya akan mengungkap bandar yang memesan sabu-sabu tersebut.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus menduga asal sabu-sabu seberat 288 kilogram yang berhasil digagalkan di Kecamatan Pagedangan, Kabupaten Tangerang, merupakan jaringan internasional. “Penyelidikan awal selama satu sampai dua bulan sebelum pengungkapan. Barang haram itu datang dari Timur Tengah, negara Iran,” terangnya, Jumat (31/1).

 Ia menambahkan, Direktorat Reserse (Ditres) Narkoba Polda Metro Jaya sedang mendalami distribusi yang dibawa oleh tiga kurir yang ditembak mati karena melawan petugas saat hendak ditangkap itu. “Kita masih memetakan ke mana barang tersebut disalurkan ke para bandar serta dari arah mana barang ini dibawa. Kita tunggu saja, Ditres Narkoba masih bekerja” tukasnya.

Sebelumnya, Kapolda Metro Jaya Irjen Nana Sudjana menyatakan sabu-sabu dikemas dalam sebuah wadah makanan berkode 555. “Kemasan sabu terdapat cap tertulis 555, terindikasi jaringan internasional,” jelasnya.

Dari barang bukti yang disita, sambungnya, seperti kendaraan dan handphone milik para pelaku untuk mengungkap dalang di balik narkoba.

“Kita akan kembangkan dengan mengecek handphone para kurir yang ditembak mati, pembicaraan maupun WhatsApp serta pembicaraan dengan penerima,” tandasnya.

Dihubungi terpisah, Kabid Brantas Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Banten Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) Jimmy G Suatan mengatakan, pengungkapan kasus narkoba jenis sabu-sabu seberat 288 kilogram di Kawasan Pagedangan, Kabupaten Tangerang, menandakan bahwa Banten masih jalur strategis peredaran narkoba.

“Memang kita (Banten-red) menjadi daerah perlintasan untuk menyelundupkan barang tersebut,” kata Jimmy.

Penyelundupan narkoba dari Pulau Sumatera dengan tujuan Pulau Jawa kebanyakan masih melalui jalur darat di Pelabuhan Merak, Kota Cilegon. Namun, jalur lain seperti pesisir tetap patut perlu diawasi. Sebab, kasus upaya penyelundupan narkoba jenis sabu-sabu satu ton pernah diungkap Polda Metro Jaya pada 13 Juni 2017 di Kampung Gudangareng, Desa Anyar, Kecamatan Anyar, Kabupaten Serang. “Mereka jaringan internasional yang memanfaatkan jalur laut,” kata Jimmy.

Untuk memberantas narkoba, perlu peran semua pihak termasuk masyarakat. Pemberantasan narkoba tidak hanya dapat mengandalkan aparat penegak hukum saja. Oleh karena itu, masyarakat diminta untuk tidak takut melapor apabila mendapati informasi mengenai peredaran narkoba. “Laporkan kepada kami (aparat penegak hukum-red). Kami (BNN-red), polisi, tidak bisa bekerja sendiri,” ucap Jimmy.

Pria berdarah Manado itu tidak menampik strategisnya Banten sebagai daerah perlintasan narkoba karena wilayahnya yang luas. Selain itu, juga karena terdapat titik-titik seperti pelabuhan resmi dan pelabuhan tikus yang dikerap dimanfaatkan oleh sindikat untuk menyelundupkan narkoba ke Jakarta atau daerah lain di luar Banten.

“Di Banten utara memang jalur perlintasannya (narkoba-red) karena kita daerah penghubung antara Pulau Jawa dan Sumatera. Rata-rata narkoba yang lewat di kita (Banten-red) tujuannya Jakarta,” kata Jimmy. (you-mg05/alt/ira)