Polres Cilegon bersama masyarakat sepakat menangkal radikalisme.

CILEGON – Polres Cilegon bersama tokoh agama, tokoh masyarakat, dan tokoh pemuda secara bersama-sama sepakat menangkal radikalisme. Meski Kota Cilegon kondusif, tapi tidak dipungkiri masih ada titik rawan tindakan kekerasan.

“Walau masih kondusif, kerawanan masih tetap ada. Kami berusaha untuk bersama-sama terjun dengan mengajak masyarakat dan TNI untuk menciptakan suasana aman di masyarakat,” kata Kapolres Cilegon AKBP Raden Romdhon Natakusuma saat sosialisasi paham radikalisme dalam rangka menyambut HUT RI tahun ini, Rabu (3/8).

“Kita ingin membangun moral dan jati diri masyarakat. Ini juga salah satu upaya untuk mencegah adanya konflik ” lanjut Romdhon.

Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Cilegon Abdul Karim Ismail mengatakan, di Cilegon belum ditemukan ada radikalisme atau ajakan jihad yang mengatasnamakan suatu agama untuk bertindak anarkis. “Terorisme menimbulkan ancaman serius serta merugikan masyarakat. Mereka biasanya berdalih menggunakan kalimat jihad untuk melancarkan aksinya,” ujarnya. (Riko)