Polisi Waspadai Sopir Mabuk

Petugas Satresnarkoba Polres Serang Kota melakukan pemeriksaan urine para sopir di Terminal Pakupatan, kemarin.

SERANG – Petugas Satresnarkoba Polres Serang Kota memeriksa urine puluhan sopir bus di Terminal Pakupatan, Kota Serang. Pemeriksaan dilakukan untuk mewaspadai adanya sopir yang mabuk atau berkendara dalam pengaruh obat-obatan terlarang.

Pemeriksaan urine dilakukan secara rutin hingga liburan Tahun Baru. Pemeriksaan telah dilaksanakan sejak Sabtu (22/12) lalu. Namun, hingga kemarin (25/12), belum ditemukan sopir yang terindikasi mengonsumsi narkoba. “Kami periksa urine hingga liburan akhir Tahun Baru,” kata Kasatresnarkoba Polres Serang Kota Ajun Komisaris Polisi (AKP) Wahyu Diana dihubungi Selasa (25/12).

Pemeriksaan urine tersebut, kata Wahyu, untuk mencegah awak angkutan umum mengonsumsi narkoba yang dapat membahayakan diri sendiri, penumpang, atau para pengguna jalan lain. “Ini sebagai deteksi awal apakah menggunakan narkoba atau tidak. Jika memang ada indikasi ke arah sana (narkoba-red), ada tindakan lain. Misalnya, langsung kita mintai keterangan,” jelas Wahyu.

Dikatakan Wahyu, bila hasil tes urine menunjukkan ada indikasi sopir bus yang mengonsumsi narkoba, petugas akan segera meminta pengelola bus menggantikannya. “Kami tidak ingin mengganggu kelancaran arus liburan ini. Jika ada yang terindikasi, kita akan berkoordinasi dengan PO bus agar segera mengganti sopir bus tersebut,” kata Wahyu.

Selain tes urine, pemeriksaan kesehatan umum juga dilakukan terhadap para sopir bus. Soalnya, kesiapan sopir bus akan mengurangi risiko terjadi kasus kecelakaan lalu lintas (lakalantas). “Agar para sopir juga bisa dijamin kesehatannya dan tentunya bisa menjamin keselamatan kepada para penumpang kendaraan umum,” tambahnya.

Sementara itu, kernet bus Baehaki mengaku khawatir akan diamankan petugas lantaran usai mengonsumsi obat pereda sakit kepala. “Saya habis minum obat sakit kepala. Obatnya juga masih ada,” kata Baehaki. (Merwanda/RBG)