Ilustrasi.

CILEGON –  Ketua DPD PAN Cilegon Alawi Mahmud mengaku terkejut dengan adanya pernyataan dari Panwaslu Kota Cilegon yang bakal memanggil sejumlah bakal calon legislatif (caleg) dan partai politik (parpol) peserta Pemilu 2019. Bakal caleg ini diduga telah melanggar aturan terkait masa kampanye yang belum dimulai.

“Saya justru baru tahu. Kalaupun memang mau ditertibkan, aturannya yang mana dulu. Masa cuma kasih tahu kepada orangtua, keluraga, sanak saudara, dan teman-teman saja sudah dianggapnya kampanye,” tanya Alawi, Minggu (18/3), kepada Radar Banten.

Menurut Alawi, yang namanya aturan itu logikanya harus tepat. Kalau cuma sekadar membuat status di Facebook atau WhatsApp sudah dianggap kampanye, itu aturan dari mana. “Lagian kan belum ada penetapan calon dari KPU. Masa sudah dianggap kampanye,” imbuh Alawi.

Sekretaris DPD Golkar Sutisna Abbas juga mempertanyakan pernyataan Panwaslu tersebut. “Memang masa kampanye sudah dimulai. Belum kan? Kalau memang ada bakal caleg bikin status di akun medsosnya, itu kan cuma buat dirinya sendiri atau cuma bercerita. Jadi, bukan kampanye,” terang Sutisna.

Kata Sutisna, Panwaslu membuat pernyataan seperti itu aturannya harus jelas dari mana. “Masa penetapan calon saja belum, tiba-tiba Panwaslu akan menertibkan. Kecuali Panwaslunya sudah memberitahukan jadwal pendaftaran kapan ataupun tahapan-tahapan lainnya. Dari tahapan itu kan sudah ketahuan. Harus dibedakan antara status di medsos yang isinya kampanye dan yang bukan,” katanya.

Sutisna mencotohkan, kalau status di medsos isinya ajakan untuk memilih bakal caleg tersebut, itu baru namanya kampanye. “Kalau cuma isinya bakal caleg tahun depan dan periode lima tahun ke depan, itu kan bukan ajakan. Jadi, di mana letak salahnya,” pungkasnya.

Ketua Fraksi NasDem Erick Rebiin menyatakan, bila hal itu secara aturan ada, Panwaslu dipersilakan untuk memanggilnya. “Hanya saja setahu saya , sepertinya sekarang ini belum bisa karena belum resmi ada caleg. Jadi, siapa dong yang dipanggil,” terang Erick.

Erick menuturkan, jika di medsos ada foto bakal caleg, itu baru rencana. Itu lantaran belum ada tahapan pendaftaran ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan memang belum masuk tahapannya.

Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Cilegon bakal memanggil sejumlah bakal calon legislatif (caleg) dan partai politik (parpol) peserta Pemilu 2019. Mereka diduga telah melanggar aturan terkait masa kampanye yang belum dimulai.

Selama ini, banyak bakal caleg sudah mulai mempromosikan dirinya melalui sejumlah alat peraga seperti spanduk, poster, dan lainnya. Sementara di dunia maya, upaya caleg untuk mencari dukungan juga tidak kalah gencar. Media sosial (medsos) seperti Facebook, Instagram, WhatsApp, dan Twitter digarap untuk mendapat suara.

Ketua Panwaslu Kota Cilegon Siswandi menyatakan, para bakal caleg dan parpol yang diduga melanggar aturan akan ditertibkan. “Beberapa bakal caleg atau representasi dari parpol peserta pemilu yang diduga telah mulai kampanye di sosmed. Nanti akan dilakukan pemanggilan untuk klarifikasi,” ujar Siswandi kepada Radar Banten, Minggu (18/3). (Umam/RBG)