Polres Bandara Periksa Kontraktor, Lima Hari Hasil Puslabfor Keluar

Menteri Perhubungan RI Budi Karya Sumadi bersama jajarannya memantau lokasi longsor di Underpass Perimeter Selatan Bandara Soekarno-Hatta, Rabu (7/2).

SERANG – Penyebab runtuhnya tembok beton di underpass Jalan Perimeter Selatan, Bandara Soekarno Hatta (Soetta), Kota Tangerang, terus diselidiki polisi. Kepolisian Resor (Polres) Bandara hingga kemarin (7/2) terus memeriksa saksi-saksi.

Kapolres Bandara Soekrano-Hatta Kombes Pol Akhmad Yusep Gunawan mengatakan, akan terus melakukan penyelidikan terhadap insiden yang terjadi Senin (5/2) sore. Sudah delapan saksi dimintai keterangan termasuk kontraktor yang mengerjakan proyek underpass, PT Waskita Karya. Kata dia, pemeriksaan sudah dilakukan pada dua orang saksi. Sebelumnya sudah ada enam orang dimintai keterangan. “Keterangan sudah kami ambil enam orang, dua orang akan diperiksa hari ini (kemarin-red). Kita serius menangani ini,” katanya.

Kedelapan saksi tersebut, lanjutnya, berasal dari pihak kontraktor PT Waskita Karya, PT Kereta Api Indonesia, Aviation Security, dan juga masyarakat yang melihat kejadian secara langsung. Menurutnya, penyebab pasti ambrolnya tembok underpass yang sudah menelan korban jiwa satu orang dan satu orang luka akan diketahui pekan depan. “Pemeriksaan baru sehari. Masih nunggu dari Puslabfor (Pusat Laboratorium dan Forensik) Mabes Polri. Lima hari kita akan mendapatkan hasil (penyebab longsor underpass) daripada Puslabfor,” jelasnya.

Sementara, Menteri Perhubungan RI Budi Karya Sumadi memantau lokasi longsor di Underpass Bandara Soekarno-Hatta, Rabu (7/2). Budi turut berbela sungkawa kepada keluarga korban. Ia sempat meminta maaf karena seluruh jajaran petugas yang turun, belum mampu menyelamatkan nyawa salah satu korban yaitu Dianti Dyah Cahyani Putri (24).

Namun dalam hal ini, Budi tetap mengapresiasi kinerja tim Basarnas, PT Angkasa Pura II (AP II) dan Kepolisian Bandara Soekarno-Hatta. “Saya turut prihatin atas kejadian ini, semoga ini dapat menjadi pembelajaran berharga,” ujarnya seusai memantau lokasi.

Budi menyampaikan jika pihaknya telah bersepakat dengan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basoeki Hadimuljono. “Nanti kami akan bersinergi dengan Komite Keselamatan Konstruksi, sesuai dengan Undang-Undang Jasa Konstruksi yang akan bekerja dan menilai pekerjaan di sini,” terangnya.

Ia mengatakan, untuk kondisi underpass masih belum dapat dioperasikan. “Untuk jalanan underpass saya liat fisiknya belum mungkin dioperasikan, jadi saya minta AP II. Nanti dari Kemenhub akan memberikan masukan tentang apa dan bagaimana rekomendasinya, kami juga akan bekerja sama dengan Polri,” imbuhnya.

Budi menegaskan, banyak yang perlu diperhitungkan untuk pembangunan suatu konstruksi. “Sebuah karya konstruksi harus didasari dengan perhitungan-perhitungan profesional. Kemungkinan memang ada punishment tertentu, tapi saya tidak dapat mengatakan bentuknya seperti apa dan bagaimana,” tandasanya.

Tak lama kemudian, anggota Komisi VI DPR-RI Bambang Haryo Soekartono juga datang untuk meninjau pukul 10.20 WIB. “Seharusnya pemerintah mempersiapkan konstruksinya betul-betul secara baik,” ujarnya seusai meninjau lokasi longsor.

Bambang berpesan agar dalam mengerjakan konstruksi tidak tergesa-gesa. “Jika terlalu mengejar agar tahun 2019 seluruh proyek bisa diresmikan Presiden Jokowi, saya khawatir hal seperti ini akan terjadi lagi. Jangan sampai keselamatan publik dikorbankan, pihak kontraktor juga harus jujur dalam membangun karena ini untuk kepentingan publik,” jelasnya.

Pantauan Radar Banten hingga kemarin sore, masih terdapat dua eskavator dan satu truk crane yang masih mengeruk tanah. Tepat di lokasi bekas evakuasi korban tertimbun longsor, ada aliran air yang mengalir cukup deras. Menurut pengakuan sejumlah petugas TNI ataupun Polri yang berada di lokasi, air itu merupakan air tanah yang timbul pasca dilakukan pengerukan evakuasi korban.

Direktur PT Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin (kanan) berbincang dengan orangtua almarhumah Dianti Dyah Ayu Cahyani Putri, Gatot Tjahjono Susanto (kiri) dan Sudiana Susilaning (ketiga kanan) saat berkunjung di Kelurahan Banjaragung, Kecamatan Cipocokjaya, Kota Serang, Rabu (7/2).

Pihak Angkasa Pura II mengunjungi kediaman Dianti Dyah Ayu Cahyani Putri, korban longsor tembok underpass Jalan Perimeter Selatan Bandara Soekarno Hatta di kawasan Permata Hijau RT 01/08, Perumahan Kota Serang Baru, Rabu (7/2).

Kunjungan dilakukan secara langsung oleh Direktur Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin didampingi Kapolres Bandara Soekarno-Hatta Kombes Pol Akhmad Yusep Gunawan. Kedatangan rombongan diterima kedua orangtua almarhumah, Gatot Tjahjono Susanto dan Sudiana Susilaning.

Pada pertemuan yang berlangsung dua jam, Komunitas Bandara Soetta juga memberikan santunan dan bingkisan kepada keluarga pegawai GMF AeroAsia itu. “Kami hadir menemui orangtua Putri menyampaikan salam duka kami. Dari seluruh Komunitas Bandara, dan ini juga jadi sesuatu yang menguatkan kekerabatan,” kata Direktur Angkasa Pura II Muhammad Awaludin kepada awak media di lokasi tanpa menyebut jumlah santunannya.

Awaludin mengaku prihatin atas kejadian yang merenggut nyawa perempuan berusia 24 tahun itu. Ia mengatakan, akan meningkatkan keamanan, kenyamanan dan keselamatan pekerja sebagai prioritas perusahaan. “Kita sedih prihatin situasi kemarin sekali lagi jadi pelajaran khususnya buat kami kita semua, khususnya yang berkaitan dengan keamanan dan keselamatan pengguna jasa di bandara,” ujarnya.

Ia menyampaikan, bahwa pihak dari Kementerian Perhubungan, Polres Bandara Soekarno-Hatta bersama dengan tim teknis KAI, Waskita Karya sudah melakukan kajian. Hasilnya, bahwa rel kereta bandara masih layak digunakan. “Masih layak (rel) dan masih dikoordinasikan dengan polres bandara dan pak menhub (Budi Karya Sumadi),” katanya. (Supriyono-Anggun T/RBG)