Polres Bandara Soetta Bekuk Enam Pelaku Pencurian Truk

TANGERANG – Polres Bandara Soekarno-Hattta (Soetta) berhasil membekuk enam pelaku termasuk penadah truk curian milik PT Aditya Transport yang terjadi 17 Februari lalu.

Keenam pelaku tersebut yakni WR (38) warga Kabupaten Kuningan, DS alias Gopal (34) warga Kabupaten Majalengka, JN alias Abah (45) warga Kabupaten Sumedang, RH alias Bucir (45) warga Kota Cirebon, SR alias Maman (44) warga Kabupaten Cirebon, dan AR (38) warga Kabupaten Indramayu.

Kapolres Bandara Soetta AKBP Victor Togi Tambunan mengatakan, kasus pencurian itu bermula dari WR yang merupakan karyawan PT Aditya Transport melakukan aksi pencuriannya pada 17 Februari 2018. Setalah berhasil membawa kabur truk Mitsubishi Fuso bernomor polisi (Nopol) B 9069 QU, WR kemudian mengajak rekannya berinisial DS alias Gopal untuk menjual truk tersebut.

Kemudian WR dan Gopal berhasil menjual truk curian kepada JN alias Abah dengan RH alias Bucir seharga Rp50 juta. Dalam aksinya itu, Abah dan Bucir kemudian memotong truk itu menjadi beberapa bagian untuk dijual kembali ke AR, SR dan AD yang saat ini masih buron (DPO).

”Para pelaku memotong chasis truk dan dijual ke SR seharga Rp16 juta, sedangkan mesin mobil dijual ke AR seharga Rp25 juta, dan kabin truk dijual kepada AD seharga Rp25 juta,” kata Victor kepada awak media saat rilis pengungkapan kasus pencurian truk di area Niaga Soewarna Soetta, Senin (7/5).

Ditambahkan, dalam aksinya, lanjut Victor, WR yang merupakan karyawan PT Aditya Transport juga telah memastikan kunci palsu truk yang akan dicuri bisa digunakan. ”Jadi dia (WR-red) sudah mengetahui kunci tersebut cocok dengan truk yang akan dicuri, sehingga dia leluasa membawa kabur. Apalagi kartu parkir truk juga tertinggal di dalam mobil,” tambahnya.

Sementara itu, awalnya kasus ini terbilang minim sekali bukti-bukti saat dilaporkan. Namun, saat petugas melakukan penyelidikan lebih lanjut pelaku mengarah ke WR. ”Kami menangkap WR pada 14 April dan DS 19 April, setelah itu empat tersangka lainnya Abah, Ucir, SR, dan AR pada 24 April. Satu tersangka lainnya AD pembeli kabin truk kami tetapkan sebagai daftar pencarian orang (DPO), dan kami masih melakukan pengejaran,” jelasnya.

Lebih lanjut, Victor menyebutkan, akibat perbuatan ini keenam tersangka dijerat pasal 363 ayat (1) dan atau pasal 480 KUHP. ”Untuk pasal 363 ancaman hukuman 7 tahun penjara, dan 480 ancaman hukuman 4 tahun penjara,” pungkasnya.

Sementara itu, WR yang dintererogasi Kapolres Bandara Soetta mengaku, dirinya melakukan hal tersebut lantaran untuk mempersiapkan kedatangan Ramadan dan Lebaran.

”Saya kepikiran mencuri untuk persiapan nanti Ramadan, sebelum mencuri saya sudah memastikan kunci palsu itu cocok dengan truk yang akan saya curi,” tuturnya.

Petugas mengamankan, BPKB, STNK, dan buku kir truk, satu mobil truk Fuso dengan nopol E 9623 HA, dan satu mobil Toyota Rush yang dipakai untuk membawa truk yang sudah dipereteli. Ada juga satu set alat las potong, satu flash disk berisi rekaman CCTV, satu buah kunci palsu, uang tunai Rp800 ribu, dan satu buku tabungan BRI. (Hairul Alwan/RBG)