Polres Cilegon Bekuk Dua Pengedar Obat Berbahaya

0
821 views

CILEGON – Satuan Narkoba Polres Cilegon meringkus dua kawanan pengedar obat keras jenis tramadol dan Hexymer yang kerap disalahgunakan tanpa petunjuk dokter. Ribuan butir pil tersebut kini diamankan sebagai barang bukti.

Kapolres Cilegon AKBP Raden Romdhon Natakusuma saat menggelar ekspose di Mapolres Cilegon, Senin (25/9) mengatakan penangkapan bermula dari laporan masyarakat yang resah dengan aktifitas kedua pelaku.

“YL (44) kita tangkap pada 23 Agustus di depan Ruko PCI, Kelurahan Kedaleman, Kecamatan Cibeber. Setelah digeledah kita dapati dari pelaku 1040 butir pil tramadol dan satu hp nokia sbagai sarana kejahatan. Kemudian AS (22) tertangkap di Lingkungan Pintu Air pada 6 September 2017 pukul 22.00 WIB, barang bukti 120 butir hexymer,” ujarnya.

Romdhon mengungkapkan kedua pelaku melanggar melanggap pasal 197 UUD RI No 36 tahun 2009 tentang kesehatan. Mereka terancam hukuman pidana maksimal 15 tahun dan denda Rp. 1,5 milyar. “Bukan dari toko, kedua pelaku menjual obat-obatan itu secara individu. Mereka mengaku dapat dari oknum di Jakarta,” katanya.

Sementara itu, Kasatnarkoba Polres Cilegon AKP Dedi Hermawan mengatakan pil tramadol dan heximer merupakan obat keras yang penjualan dan penggunaannya harus melalui resep dan petunjuk dokter. “Pil ini lebih dampaknya sebagai obat penenang dan efek pemakainya berhalusinasi. Para pemakainya sudah kita arahkan agar mendapatkan rehabilitasi di BNN,” ucapnya. (Riko Budi Santoso/rikosabita@gmail.com)