CILEGON – Kapolres Cilegon AKBP Anwar Sunarjo mengatakan pihaknya masih terus melakukan penyelidikan kasus ledakan di areal pabrik Steel Making Plant (SMP) PT Krakatau Posco pada 15 Desember tahun lalu. Polres belum dapat menyimpulkan faktor utama terjadinya ledakan pada pabrik baja patungan Indonesia dan Korea Selatan itu lantaran masih menunggu hasil penyelidikan dari Tim Labfor Mabes Polri yang sempat terjun ke lokasi ledakan pada saat itu. “Kita masil melakukan penyelidikan, sambil menunggu hasil kajian dari Labfor. Apakah itu (ledakan-red) penyebabnya kelalaian atau lainnya, belum bisa kita simpulkan,” ujarnya, Jumat (16/1/2015) sore.

Kapolres belum dapat memastikan kapan hasil kajian Labfor itu akan diperoleh. Namun sejauh ini, kata dia, pihaknya sudah melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi ahli pelapor dari perusahaan pabrik peleburan baja itu untuk dimintai keterangan lebih lanjut. “Kita sudah periksa perencana, pelaksana dan pengawas dari perusahaan,” tambahnya.

Sebelumnya, pihak PT Krakatau Posco mengklaim, ledakan dahsyat yang menelan korban jiwa itu terjadi pada saat proses pengolahan besi cair yang dituangkan dari laddle ke converter, untuk diolah menjadi baja cair. Ledakan terjadi pada saat material olahan baja itu bertemu dengan air yang diduga berasal dari adanya kebocoran pada water cooling roof hood. (Devi Krisna)