Polres Cilegon dan FKUB Sepakat Tangkal Penyebaran Berita Hoax

0
447 views

CILEGON – Polres Cilegon bersama Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Cilegon menggelar silaturahmi antara tokoh masyarakat, tokoh agama dan tokoh pemuda dalam rangka menangkal pemberitaan negatif guna mencegah intoleransi agar terciptanya kondusivitas pada Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Banten tahun 2017 ini.

Acara yang berlangsung di aula gedung DPRD Kota Cilegon, Kamis (2/2) ini, dihadiri pula oleh unsur TNI, jajaran pejabat Pemkot Cilegon, mahasiswa dan LSM

Kabag Ops Polres Cilegon Kompol M Sujatna mengatakan, silaturahmi yang berlangsung merupakan suatu bentuk upaya Kepolisian menangkal penyebaran berita-berita hoax agar tidak menimbulkan terjadinya konflik di masyarakat.

“Berita-berita harus jelas sumbernya. Jangan sampai terjadi provokasi. Ini merupakan tindakan dalam bentuk preventif sebagai pencegahan, kalau memang ada bukti-bukti yang cukup (penyebar berita hoax) kita akan ambil tindakan represif,” ujar Sujatna.

Sujatna mengimbau agar masyarakat tidak mudah menilai kebenaran suatu berita tanpa mengkaji ulang kebenarannya. “Pada prinsipnya kaji berita-berita itu sumbernya dari mana. Agar kita tidak salah menafsirkannya. Kita akan melihat unsur pidanya jika ingin menindak (berita hoax) seperti unsur penghasutannya. Kalau ada bisa kita tindak,” katanya.

Senada dikatakan Ketua FKUB Kota Cilegon Karim Ismail meminta agar masyarakat tidak tergesa-gesa menganggap kebenaran suatu berita. “laisal qobar almuayat. Tidak semua berita itu kenyataan. Jadi harus melakukan tabayyun terlebih dahulu. Jangan langsung cepat menganggap benar, karena tergesa-gesa itu kan pebuatan setan. Harus menganalisa terlebih dahulu,” ucapnya.

Sementara itu, Wakil Walikota Cilegon Edi Ariadi menuturkan maraknya berita hoax yang bersifat menghasut dan provokatif yang menyebar melalui media sosial telah menciptakan kegaduhan di masyarakat. Edi mengapresiasi langkah preventif yang dilakukan Polres Cilegon dengan memberikan pemahaman dalam kegiatan tersebut. “Jadi ini sangat bagus. Diberi arahan agar salah satunya jangan cepat mencerna suatu berita. Harus diteliti dan dianalisa apakah benar, dan akun medsos penyebarnya punya siapa. Polisi sudah bisa melacak dan mengetahuinya,” tuturnya. (Riko)