Polres Cilegon Gelar Focus Group Discussion Bahas Berita Hoaks dan Persekusi

CILEGON – Polres Cilegon menggelar Focus Group Discussion (FGD) tentang penanggulangan berita bohong (hoaks) dan pencegahan persekusi, Kamis (1/3). Kegiatan ini berlangsung di aula Mapolres Cilegon.

Kapolres Cilegon AKBP Raden Romdhon Natakusuma menekankan kepada para jajaran kepolisian di wilayah hukum Polres Cilegon agar tidak gagap teknologi (gaptek). Ia menyampaikan kepada para peserta agar dapat mengamalkan 4 pilar kebangsaan yaitu : Pilar Pancasila. Pilar Undang-Undang Dasar 1945. Pilar NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia). Dan Pilar Bhineka Tunggal Ika.

“Dimana saat ini sudah banyak terjadi presekusi di beberapa wilayah di Indonesia, karena adanya hoaks tentang orang yang mengalami gangguan jiwa yang ingin menghabisi atau membunuh para alim ulama,” ujarnya.

Langkah yang telah dilakukan Polres Cilegon untuk menangkal penyebaran hoaks dan persekusi itu, sambung Kapolres, ialah dengan cara menerbitkan maklumat dan menyebarluaskan kepada masyarakat.

“Ini guna menanggulangi berita hoaks dan mencegah terjadinya tindakan persekusi guna menciptakan keamanan dan kenyamanan di masyarakat khususnya di wilayah Hukum Polres Cilegon,” katanya.

Terpisah, Kepala Dinas Sosial Kota Cilegon Abadiah juga mengatakan hal yang serupa. Ia meminta masyarakat jangan mudah percaya dengan berita hoaks yang menyebar di media sosial. Apabila ada orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) yang meresahkan, Abadiah mengimbau melaporkan kepada pihak Dinas Sosial.

“Kami sudah ada tim khusus yang menangani ODGJ. Jadi silakan bisa juga lapor kami. ODGJ yang diserahkan di Dinsos akan direhabilitasi di Panti Rehabilitasi yang ada di Serang,” katanya. (Riko Budi Santoso/rikosabita@gmail.com)