Polres dan Kejari Serang Dapat Dana Rp1,5 Miliar untuk Penanganan Covid-19

0
1.139 views

SERANG–Pemkot Serang berencana memberikan dana hibah kepada Kejaksaan Negeri (Kejari) Serang dan Polres Serang Kota. Dua institusi penegak hukum itu bakal diguyur senilai Rp1,5 miliar untuk penanganan Covid-19.

Kepala Kejari Serang (Kajari) Serang Azhari mengaku tidak pernah meminta dana hibah kepada Pemkot Serang. Insiatif pemberian dana hibah sebesar Rp500 juta itu berasal dari Pemkot Serang. 

“Kami diinformasikan mendapat dana itu (hibah-red). Awalnya kami tidak tahu, karena kami tidak meminta,” kata Azhari kepada Radar Banten, Rabu (29/4).

Usai menerima informasi tersebut, Kejari Serang langsung mengkaji landasan yuridisnya. Instruksi Mendagri No 1 Tahun 2020 tentang Pencegahan Penyebaran dan Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 di Lingkungan Pemerintah Daerah membolehkan instansi vertikal menerima dana hibah dari daerah. “Kalau tidak ada dasar hukumnya, kami tidak akan menerimanya, tapi ternyata ada. Kita sudah lihat poin-poinnya di Instruksi Mendagri Nomor 1 Tahun 2020,” kata Azhari didampingi Kasi Datun Kejari Serang Tandy Mualim.

Azhari masih menunggu informasi dari Pemkot Serang mengenai waktu pemberian dana hibah tersebut. “Nanti ada Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD). Ada bapak kapolres, dandim yang akan diundang oleh Walikota (tanda tangan NPHD-red),” tutur pria asal Bengkulu ini.

Dana hibah itu rencananya digunakan untuk membeli alat kesehatan (alkes) dan bantuan sosial (bansos) kepada masyarakat. “Kami berkeinginan memberi sembako kepada masyarakat, selain membeli alat kesehatan,” ucap Azhari.

Dana itu juga akan dibelikan sembilan bahan pokok (sembako) untuk para pegawai non aparatur sipil negara (ASN) di Kejari Serang. “Di sini (Kejari Serang-red) kan ada pegawai honorer seperti cleaning service dan kamdal. Kita juga akan membeli hand sanitizer untuk layanan tilang. Item-item itu yang kita akan beli,” ungkap Azhari.

Dikatakan Azhari, dana hibah tersebut akan diterima kejari secara bertahap. Dan penggunaan dana hibah itu harus dipertanggungjawabkan. “Harus ada pertanggungjawaban, karena ini (hibah-red) menyangkut uang negara,” tegas Azhari.

Azhari berharap dana Covid-19 dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat banyak. “Jangan diselewengkan, karena saat ini situasi serba sulit, masyarakat harus mendapat manfaat dari dana itu,” kata Azhari.

Terkait permintaan pendampingan oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Serang dan RSUD Kota Serang, Kejari Serang telah memberikan rambu dan saran untuk pengadaan alkes.

“Dari Dinkes sekira Rp2 miliar, mereka minta pendampingan pengadaan alkes. Kami memberi rambu-rambu dan saran (persoalan hukum-red) kami tidak mencampuri masalah spek karena itu urusan mereka (pemerintah daerah-red),” kata Azhari.

Sementara Kapolres Serang Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Edhi Cahyono membenarkan adanya rencana pemberian hibah tersebut. “Sudah dibahas kemarin, masih berproses (dana hibah-red),” kata Edhi.

Edhi menegaskan pihaknya hanya menerima bantuan dana hibah tersebut. “Kalau Polri enggak berani, kalau bukan dana hibah,” kata Edhi.

Bantuan dana hibah senilai Rp1 miliar itu rencananya digunakan membeli alkes dan bansos kepada masyarakat. “Kita akan beli APD (alat pelindung diri-red) dan kegiatan penanganan Covid-19. Kita juga akan berikan bantuan sosial kepada masyarakat kalau ini (hibah-red) diperbolehkan, karena selama ini kita berikan bantuan dari swadaya dana kita sendiri,” tutur alumnus Akpol 2000 tersebut. (Fahmi Sai)