LEBAK – Kepolisian Resort (Polres) Lebak menerjunkan 500 orang personel untuk melakukan penyekatan di lima titik lokasi menuju Jakarta. Penyekatan dilakukan di Terminal Mandala, Stasiun Rangkasbitung, Stasiun Maja, Pertigaan Citeras, dan Perbatasan Lebak Bogor di Cipanas.

Pantauan Radar Banten di Stasiun Rangkasbitung, puluhan anggota Polres Lebak dan jajaran melakukan pengawasan di dalam dan luar stasiun. Calon penumpang yang diduga akan melakukan aksi mengawal hasil sidang Mahkamah Konstitusi (MK) di Jakarta diperiksa barang bawaannya. Bahkan, Wakapolres Lebak Kompol Wendy Andrianto bersama Kapolsek Rangkasbitung AKP Ugum Taryana berdialog dengan santri yang akan naik commuter line.

Wakapolres Lebak Kompol Wendy Andrianto menyatakan, untuk mengantisipasi pergerakan massa ke Jakarta, kepolisian menerjunkan 500 orang personel dibantu anggota TNI sebanyak 100 orang. Anggota melakukan pemeriksaan terhadap barang-barang bawaan di stasiun, terminal, dan jalan raya. Tujuannya, untuk mencegah masuknya senjata tajam ke Jakarta dan mengantisipasi terjadinya kerusuhan seperti pada 21 – 22 Mei 2019 lalu.

“Personel yang kita terjunkan sebanyak 500 orang dibantu anggota TNI sebanyak 100 orang. Mereka disebar di beberapa lokasi, khususnya di titik perbatasan menuju Jakarta,” kata Wendy kepada wartawan, Rabu (26/6).

Wendy menjelaskan, sampai Rabu siang tidak ada pergerakan massa dari Lebak ke Jakarta. Namun, pihak kepolisian tetap waspada dan bersiaga di beberapa lokasi yang telah ditetapkan. Tujuannya agar peristiwa Mei 2019 tidak terulang kembali.

“Kami mengimbau kepada masyarakat untuk tidak melakukan tindakan yang melawan hukum. Karena itu, kami ajak semua pihak menahan diri dan menghormati apapun keputusan MK tentang perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) presiden dan wakil presiden 2019,” tukasnya. (Mastur)