Polres Pandeglang Tingkatkan Pengamanan Jelang Pelantikan Presiden

PANDEGLANG – Polres Pandeglang terus berupaya meningkatkan pengamanan menjelang pelantikan Presiden dan Wakil Presiden Terpilih Periode 2019-2024 pada 20 Oktober mendatang. Caranya melalui operasi cipta kondisi yang digelar di dua titik. Yakni di perbatasan Pandeglang-Lebak tepatnya di Kampung Sabi, Kelurahan Kalanganyar, Kecamatan Pandeglang, dan di perbatasan Pandeglang-Serang di Kecamatan Cadasari, Kamis (16/10).

Operasi yang berlangsung sejak pukul 09.00 hingga pukul 12.30 WIB ini, polisi memberhentikan semua jenis kendaraan. Tujuannya untuk memastikan aman dari sejumlah senjata yang membahayakan. Pelaksanaan kegiatan ini direncanakan akan berlangsung hingga tanggal 20 Oktober mendatang.

“Operasi cipta kondisi ini memiliki sasaran. Di antaranya kendaraan yang membawa senjata tajam atau senjata lain yang berbahaya. Termasuk minuman keras,” kata Kasat Tahanan dan Barang Bukti (Tahti) Polres Pandeglang Iptu Bayu Triatmoko ditemui di sela-sela operasi di Kampung Sabi, Kelurahan Kalanganyar, Kecamatan Pandeglang, kemarin.

Bayu meyakini, wilayah Pandeglang sebagai penyangga Ibu Kota Jakarta sangat penting melakukan cipta kondisi dalam upaya antisipasi situasi menjelang pelatikan Presiden dan Wakil Presiden di Istana Jakarta mendatang. “Maka itu, Pandeglang sebagai penyangga Jakarta harus melaksanakan operasi cipta kondisi,” katanya.

Bayu mengancam, akan menindak dengan tegas bagi pengendara dengan kendaraan besar diduga membawa minuman keras atau senjata tajam dan benda lainnya yang membahayakan. “Kalau ada pastinya akan kami tindak sesuai aturan yang ada,” katanya.

Bayu mengabarkan, hasil operasi yang digelar di dua tempat ini masih aman dari sejumlah kendaraan yang diduga membawa senjata membahayakan, atau minuman keras. “Adapun untuk hasilnya masih nihil, belum kita temukan pengendara ataupun penumpang yang membawa miras maupun sajam (senjata tajam),” ungkapnya.

Seorang pengendara asal Kecamatan Labuan Yahya mengaku sempat kaget diberhentikan petugas meskipun merasa tidak bersalah dalam mengemudi.

Setelah mengetahui tujuan kegiatan tersebut, ia mendukung pihak kepolisian melakukan operasi tersebut.

“Soalnya kalau semua kendaraan tidak ada yang membawa senjata tajam, maka akan memberikan rasa aman dan nyaman bagi semua pengendara di jalan. Kami sangat mendukung kegiatan ini,” katanya. (her/zis)