Polres Serang Kota Sita Ribuan Butir Obat Keras

0
439 views
Ilustrasi (pixabay)

SERANG – Dua pelaku penjual obat keras ilegal MS (24) dan MY (20) ditangkap petugas Satresnarkoba Polres Serang Kota, Kamis (19/9). Keduanya ditangkap dengan barang bukti ribuan butir pil obat keras.

Hasil pemeriksaan polisi, kedua pelaku mengaku menjual obat keras kepada pelajar dan masyarakat umum untuk disalahgunakan.

“Konsumennya dari pelajar dan masyarakat umum,” ujar Kapolres Serang
Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Edhi Cahyono saat ekspos kasus penyalahgunaan obat-obatan di Mapolres Serang, Jumat (20/9).

MY dan MS ditangkap di dua tempat berbeda. MY ditangkap terlebih
dahulu sekira pukul 13.00 WIB di Jalan Ki Ajurum Lingkungan Sempu Gedang, Kelurahan Cipare, Kecamatan Serang, Kota Serang. Barang bukti yang diamankan dari toko kosmetik yang dijaga MY berupa 70 butir obat tramadol, 71 butir obat tramadol putih polos, 144 butir obat eximer dan uang Rp205 ribu hasil penjualan.

Sedangkan MS ditangkap di toko kosmetik Kelurahan Sepang, Kecamatan Serang, Kota Serang sekira pukul 14.30 WIB. Dari lokasi polisi berhasil mengamankan barang bukti obat keras. ”Dari tempat MS ini kami mengamankan 106 butir obat tramadol dexa, 466 butir eximer, 1.371 tramadol warna polos, tiga bungkus plastik bening dan uang tunai Rp420ribu hasil penjualan obat,” kata Kapolres.

Berdasarkan pemeriksaan, kedua pelaku merupakan penjualan obat keras
yang berbeda jaringan. MY mendapat obat-obatan dari pria berinisial AB
sedangkan MS pria berinisial AF. “Kami akan telusuri untuk dua pelaku lain karena obat-obatan ini dengan gambangnya diperjualbelikan,” kata Kapolres didampingi Kasatresnarkoba Polres Serang Kota Ajun Komisaris Polisi (AKP) Wahyu Diana.

Kasatresnarkoba Polres Serang AKP Wahyu Diana menjelaskan kedua pelaku membeli obat dalam jumlah yang banyak. Obat tersebut lalu diecer ke dalam bungkusan kecil dengan isi variatif. Harga setiap bungkus yang dijual oleh kedua pelaku sebesar Rp5 ribu hingga Rp20 ribu. “Tergantung dengan isi obat dan jenis obat yang jual karena harganya berbeda,” kata ujar Kasat.

Dia menuturkan pelaku MS telah memperjualbelikan obat ilegal tersebut
sejak Febuari 2019. Sedangkan MY pada Juli 2019. Kedua pelaku beberapa kali mengakali petugas dengan menutup toko kosmetiknya saat mengetahui ada razia. “Kalau ada razia keduanya ini tutup tokonya, kalau tidak dia akan buka dan berjualan seperti biasa,” kata Kasat.

Ditegaskan Kasat, penjualan obat-obatan keras harus mendapat resep dari dokter. Sebab, konsumsi obat tersebut di luar dosis yang ditentukan ahli medis akan berdampak pada kesehatan.

Kedua pelaku kini telah ditahan di Rutan Mapolres Serang Kota. Keduanya dijerat dengan Undang-Undang Nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan. “Ancamannya pidana 10 tahun dan denda Rp1,5 miliar,” jelasnya. (Fahmi Sai)