Polres Serang Usut Kelangkaan Gula Pasir

0
803 views
Gula
Ilustrasi/Inet

SERANG – Gula pasir mulai langka di sejumlah pasar di daerah Kecamatan Cikande dan Kecamatan Kibin, Kabupaten Serang. Untuk mengusut penyebab kelangkaan, Satreskrim Polres Serang melakukan penyelidikan.  

Kapolres Serang Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Mariyono mengatakan langkanya gula pasir membuat harga komoditas ini mengalami kenaikan. Hal tersebut disebabkan karena pasokan mulai berkurang sejak beberapa pekan terakhir.

“Gula ada kenaikan ini akan menjadi perhatian kami. Satgas Pangan akan melakukan upaya penyelidikan langkanya gula,” kata Mariyono saat rapat koordinasi bersama jajaran Polres Serang di Mapolres Serang, Sabtu (4/3).

Mariyono ingin penyebab kelangkaan diungkap. Apabila terdapat praktik penimbunan, para pelaku harus ditindak. Hal tersebut sesuai instruksi Kapolri Jenderal Polisi Idham Azis dalam maklumatnya. “(Sebab-red) Mungkin ada penimbunan atau hal lain. Kami akan tindak tegas yang memanfaatkan kondisi ini,” kata Mariyono.

Hasil pantauan di pasar, gula pasir di dua kecamatan dijual seharga Rp17 ribu per kilogram. Sebelumnya, harga gula pasir hanya Rp13 ribu per kilogram. “Untuk harga gula apabila ada pun pasti dengan perubahan harga yang sangat signifikan,”katanya.      

Untuk menekan harga di tengah pandemi Covid-19, Polres Serang bersama instansi terkait akan melakukan operasi pasar. Kegiatan akan dilaksanakan dalam waktu dekat. “Nanti akan ada operasi pasar,” ujar perwira menengah Polri tersebut.

Mariyono mengimbau masyarakat tidak panik dan membeli kebutuhan pokok secara berlebihan. Saat ini kebutuhan pokok seperti beras, daging, telur, dan yang lainnya masih tersedia. “Jangan sampai masyarakat melakukan panic buying atau membeli berlebihan,” ucap alumnus Akpol 2001 tersebut.

Sementara Kabid Humas Polda Banten Komisaris Besar (Kombes) Pol Edy Sumardi Priadinata mengatakan, kebutuhan pokok di sejumlah pasar masih tersedia dan harganya normal. “Belum ada laporan kelangkaan,” kata Edy.

Edy mengaku petugas akan menindak tegas pihak-pihak yang menimbun kebutuhan pokok.“Silakan laporkan kepada kami,” tutur Edy. (mg05/nda/ags)