Polres Tangsel Amankan 47 Kg Ganja asal Aceh

Kapolres Tangsel AKBP Ayi Supardan (kedua dari kanan) Kasat Narkoba Polres Tangsel, AKP Agung Nugroho (kedua dari kiri) menunjukkan barang bukti ganja seberat 47 kilogram di Mapolres Tangsel. Foto: Humas Polres Tangsel for Radar Banten

PONDOKAREN – Polres Tangsel berhasil mengamankan ganja kering sebanyak 47 kilogram asal Aceh. Selain itu, Satresnarkoba juga mendapati sabu dengan total 1,2 gram dari jaringan kom plotan ganja tersebut.

Kapolres Tangsel AKBP Ayi Supardan menyatakan awalnya pihaknya menangkap tersangka FS (31) warga Ci putattimur, yang diringkus di kontrakannya di Jelupang, Kecamatan Serpong. FS kedapatan memiliki sabu seberat 1,1 gram.

”Pengakuan tersangka FS, masih ada tiga temannya di kontrakannya yang juga merupakan bandar narkoba. Tim narkoba langsung melakukan penyelidikan kembali,” katanya di Mapolres Tangsel, Kamis (6/4).

Dari pengembangan kasus, kata Ayi, akhirnya tersangka A alias Bondol (34) warga Jelupang, Kecamatan Serpongutara berhasil diringkus di kon trakannya di Kampung Buaran, Ke camatan Serpongutara. ”Dari tangan pe laku didapati tujuh paket ganja siap edar,” terangnya.

Ayi menambahkan pengakuan tersangka A, barang tersebut didapati dari tersangka FH (31) alias Bojes warga Cempakaputih, Kecamatan Ciputattimur. Kemudian tim Satresnarkoba melakukan penyamaran dan menangkap tersangka MR (28) warga Ulujami, Jakarta Selatan yang merupakan kaki tangan FH alias Bojes. ”Dari tangan pelaku dua paket sabu kecil seberat 0,9 gram,” katanya.

Setelah itu, barulah tersangka FH berhasil dibekuk dengan barang bukti 47 kilogram daun ganja yang didapat dari daerah Cawang, Jakarta Timur. ”Ganja tersebut berasal dari Aceh dan akan diedarkan di Tangerang Raya,” tukasnya.

Kasatnarkoba Polres Tangsel AKP Agung Nugroho menyatakan, barang bukti ganja dan sabu, empat unit telepon selular dan satu buah tim bangan. Keempat tersangka dikenakan pasal 111 juncto 112 juncto 114 nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman maksimal hukuman mati. ”Kami akan mengembangkan kasus ini, untuk menangkap pemasok ganja kering asal Aceh tersebut,” katanya. (Wahyu/Radar Banten)