Polusi Udara di Serang Timur Mengkhawatirkan

0
1.037 views
BAU KOTORAN: Dua perempuan berboncengan mengendarai sepeda motor sambil menutup hidung saat melintasi tumpukan limbah kotoran ternak yang menimbulkan bau menyengat di tepi Jalan Nambo-Teras Bendung, Desa Kebonratu, Kecamatan Lebakwangi, Sabtu (4/2). Limbah diduga dibuang oknum warga tidak bertanggung jawab yang berasal dari kotoran ternak babi di Tangerang dan kini dikeluhkan warga. (FOTO: Nizar S)

SERANG – Kualitas udara di wilayah Kabupaten Serang bagian timur sebagai kawasan padat lalu lintas dan industri dinilai mengkhawatirkan. Belum banyak upaya untuk mengurangi polusi udara yang melebihi baku mutu.

Direktur Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Rumah Hijau Supriyadi mengatakan, sebagai kawasan industri dan padat lalu lintas, seharusnya mendapatkan perhatian khusus mengenai kualitas udara di wilayah teresebut, baik dari pemerintah maupun perusahaan. Kata dia, polusi udara di Serang Timur dapat disebabkan oleh tiga faktor, yaitu emisi gas kendaraan bemotor, industri, dan oknum yang membakar sampah. “Paling bahaya itu sebetulnya emisi kendaraan, di sana kan sering macet,” ujar laki-laki yang biasa disapa Yadi saat dihubungi melalui telepon seluler, Sabtu (4/2).

Dikatakan Yadi, perusahaan yang berdiri di kawasan Serang Timur harus memberikan pelaporan analisis mengenai dampak lingkungan (amdal) kepada pemerintah secara berkala. Amdal tersebut terdiri atas dua jenis, yaitu amdal kualitas udara dan lalu lintas.

Dalam menguji kualitas udara, kata dia, setiap perusahaan seharusnya memiliki alat penangkal debu untuk mengetahui sejauh mana dampak lingkungan yang dihasilkan perusahaannya. Jika tidak punya, bisa terjerat hukum sesuai Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Pengelolaan Lingkungan.

Ia menambahkan, untuk mengantisipasi polusi udara yang melebihi ambang baku mutu, harus dilakukan penghijauan di daerah tersebut. “Di sana jarang ada pohon juga karena kawasan industri. Pohon ini bisa dimulai dari kesadaran masyarakat atau pun pihak perusahaan,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pengendalian Dampak Lingkungan pada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Serang Neni Nuraeni mengatakan, kualitas udara di Serang Timur masih dalam kualitas baik. Ia mengatakan, hal tersebut berdasarkan hasil uji ambang baku mutu udara di sejumlah titik di kawasan Serang Timur. “Kita lakukan uji kualitas udara di Kawasan Modern Cikande dan di Kawasan PT Gizindo,” katanya.

Ia menuturkan, terdapat lima parameter dalam uji kualitas udara tersebut. “Hasilnya masih di bawah ambang baku mutu. Cuma ada satu yang melebihi, yaitu NH3 atau amonia, tapi tidak berlangsung lama,” ujarnya.

Dikatakan Neni, dalam mengendalikan kualitas udara, pihaknya terbatas oleh peralatan yang minim. “Kita lakukan pengujian hanya satu jam, belum bisa 24 jam karena peralatan yang kurang,” jelasnya.

Ia menambahkan, hingga kini pihaknya terus melakukan pengawasan kualitas udara di wilayah industri. “Setiap perusahaan menyerahkan amdal kepada DLH per tiga bulan sekali,” imbuhnya. (Rozak/Radar Banten)