Ponsel Melayang, Bocah SD Dibuang

Pencurian
Dok: Radar Banten

KELAPA DUA Kini masyarakat perlu semakin waspada dengan modus kejahatan yang dewasa ini berkembang. Korbannya tak mengenal umur, apalagi status. Ini yang menimpa Hendri Muhfid (11) dan Bayu Permana (11) pelajar SDN 01 Cikokol, Kota Tangerang yang ditemukan menangis di kawasan Ruko Florite Gading Serpong oleh petugas keamanan setempat, kemarin.

Kapolsek Kelapa Dua Kompol Awaludin Amin mengatakan, kedua korban merupakan warga Seknek, Kecamatan Cikokol, Kota Tangerang. ”Keduanya ditemukan sekira pukul 13.00 WIB. Awalnya dua pelajar itu mengaku kesasar,” ujar Awaludin kepada Harian Radar Banten, Senin (7/3/2016).

Setelah ditanya lebih detail, kedua korban baru mengaku menjadi korban pencurian. ”Modus pelaku pura-pura mau mengantarkan ke rumah. Korban dibawa, di tengah jalan pelaku meminta ponsel,” tuturnya.

Kedua korban, mengaku setiap ke sekolah kerap membawa ponsel. Tujuannya agar orangtua bisa memantau kegiatan anak. ”Modus-modus seperti ini yang harus diwaspadai setiap orangtua. Jangankan emas atau berlian, ponsel sederhana saja disikat,” ungkap mantan Kapolsek Balaraja itu.

Dari kasus ini, Polisi terus melakukan pendalaman. Ciri-ciri pelaku sudah diidentifikasi. ”Motif yang digunakan sederhana. Sekali lagi kami menghimbau agar orangtua memberikan pengarahan, agar anak-anak tidak cepat percaya dengan tawaran apa pun,” imbuhnya.

Beragam modus kejahatan berada di sekitar kita. Baru-baru ini, kelompok pencuri rumah kosong dan penadah barang curian digulung aparat Buser Polsek Cipondoh, Kota Tangerang.

Para tersangka pencurian yang diringkus antara lain berinisial Bn (51), Fr (42) dan An (42). Ketiganya diringkus saat dugem di salah satu diskotek di wilayah Jakarta Barat. Sementara seorang penadah berinisial GUS juga diringkus petugas. Sedangkan tersangka Y masih diburu polisi.

Pencurian terjadi pada pertengahan Januari lalu, di rumah korban bernama M Dias, yang terletak di Jalan Pulo Petir, Cipondoh, Kota Tangerang. Modus tersangka dengan berpura-pura bertamu di rumah korban. Namun, jika rumah itu dalam keadaan kosong penghuninya, pelaku membongkar pintu rumah dan menjarah barang berharga. (RB/mg-09/ful)