Pontang Legon Tertata Rapi dan Berbunga

TIRTAYASA – Lingkungan RT 03 RW 001, Kampung Pontang Legon, Desa Pontang Legon, Kecamatan Tirtayasa, cukup tertata rapi. Di tiap halaman rumah warganya, terdapat tanaman bunga dalam pot. Dinding-dinding rumah di kampung ini pun telah dihias dengan lukisan beberapa tokoh film kartun.   

Pontang Legon mendapat giliran penilaian oleh tim 7 juri Lomba Kampung Bersih dan Aman (LKBA) Kabupaten Serang 2019, Selasa (19/11). Tim juri yang terdiri dari Tony Kristiawan (Dinas Perkim Kabupaten Serang), Iptu Ahmadi (Polda Banten), Mayor Infanteri Uung Nugraha (Korem 064/Maulana Yusuf Serang), dan Aas Arbi A (Redaktur Radar Banten) tiba di kampung ini sekira pukul 10.30 WIB.

Jalan masuk perkampungan ini telah dipasangi umbul-umbul yang berjejer di kanan dan kiri gang. Lukisan tokoh film kartun kreasi pemuda Pontang Legon mewarnai tiap dinding rumah yang menghadap jalan. Cat penuh warna pun membalut pagar-pagar rumah warga.

Koordinator tim 7 Tony Kristiawan menganggap, sarana dan prasarana untuk menunjang penilaian kampung bersih dan aman, Pontang Legon lebih tertata dibandingkan dengan kampung lain yang sudah dikunjungi oleh tim 7 juri LKBA KAbupaten Serang. “Kondisinya sudah rapi. Keindahan sudah ada pengecatan, pemasangan pot-pot bunga juga ada,” ujarnya kepada Radar Banten.

Tony pun mengapresiasi lukisan tokoh film kartun di dinding rumah dan pagar tembok milik warga Pontang Legon. Menurutnya, ada lima kriteria penilaian LKBA Kabupaten Serang. Di antaranya berkaitan dengan inovasi, kreativitas, dan kekompakan warga. “Kalau dilihat dari kreativitas dan inovatif, ini (Pontang Legon-red) sudah masuk,” terangnya. “Tapi, memang ini perlu ditingkatkan, kaitan dengan pengadaan tong sampah di lingkungan warga sekitar. Begitu pun kaitan dengan pos ronda bagian dari keamanan. Sudah ada, tapi perlu dilengkapi,” imbuhnya.

Tony pun berharap, pada penilaian tahap kedua, Pontang Legon bisa memenuhi semua kriteria lomba. “Harapannya, ini bisa jadi contoh bagi kampung-kampung lain. Inti dari perlombaan ini sebagai stimulan bagi kampung-kampung lain,” terangnya.

Kepala Desa Pontang Legon Haerudin menjelaskan bahwa penataan lingkungan Pontang Legon dilakukan atas inisiatif Karang Taruna bersama warga kampung. Butuh waktu dua bulan untuk menghias kampung. “Catatan soal pos ronda dan tong sampah ke depan akan kami perbaiki,” terangnya.

Haerudin mengakui, hasil penataan lingkungan ini telah menjadikan Pontang Legon sebagai spot selfie oleh anak-anak sekolah. “Ini hasil gotong royong dan kreasi pemuda Kampung Pontang Legon,” katanya.

Ketua Karang Taruna Desa Pontang Legon Abdullah mengaku bangga mendapatkan apresiasi dari tim juri. Ia bersama pemuda akan melakukan penataan lanjutan, terutama beberapa hal yang menjadi catatan tim juri. “Alhamdulillah, tadi sekitar 50 persen ada penilaian,” pungkasnya. (fdr/don/ags)