Popnas 2019, Provinsi Banten Naik Peringkat

JAKARTA – Prestasi Banten di bidang olahraga terus meningkat. Pada Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) XV 2019, Banten finis di peringkat enam besar. Setelah pada Popnas 2017 lalu Banten bertengger di urutan ketujuh.

Hasil memukau Banten pada Popnas 2019 yang digelar di Jakarta dan Jawa Barat ini diraih setelah kontingen Banten mempersembahkan sembilan medali emas, tujuh perak, dan 27 perunggu. Sehingga total 31 medali dibawa pulang oleh atlet Banten.

Untuk medali emas, masing-masing diraih dari cabang olahraga (cabor) taekwondo (tiga keping), judo (dua keping), pencak silat (satu keping), atletik (satu keping), angkat besi (satu keping), dan karate (satu keping). Kemudian perak dipersembahkan cabor panahan (dua keping), judo, pencak silat, atletik, taekwondo, dan karate.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Banten, Deden Apriandhi Hartawan mengapresiasi hasil yang dipersembahkan atlet pelajar Banten pada event dua tahunan tersebut. Deden percaya seluruh atlet Banten telah berjuang maksimal.

Alhamdulillah kita (Banten) peringkat enam. Setelah Jawa Barat (juara pertama), DKI Jakarta (kedua), Jawa Timur (ketiga), Jawa Tengah (keempat), dan Bali (kelima). Prestasi ini hasil perjuangan para atlet dan pelatih. Serta dukungan Pak Gubernur dan Wakil Gubernur,” kata Deden, Minggu (24/11).

Meski diakui Deden, pencapaian tersebut sedikit meleset dari target yang diusung. Pada Popnas 2019, Banten menargetkan tembus ke peringkat lima besar. Namun Deden tahu bahwa di atas ranking Banten dihuni oleh daerah kuat yang menjadi langganan juara.

“Walau tidak mencapai target lima besar, kami cukup puas. Karena lawan yang peringkatnya diatas kita, sudah cukup terkenal. Banten sebagai provinsi yang baru berumur 19 tahun, menurut saya hasil ini patut dibanggakan,” jelas Deden.

Deden mengaku akan terus mengembangkan pembinaan untuk para atlet. Agar terus bisa bersaing dengan provinsi yang usianya lebih senior. Utamanya lima provinsi di atas Banten.

“Kami akan mengembangkan pembinaan atlet dan pelatih Banten. Apalagi di tahun 2020 kita akan menerapkan sport sains secara utuh. Mudah-mudahan bisa menghasilkan atlet yang lebih berprestasi,” ungkap Deden.

Terpisah, Sekretaris Umum (Sekum) Pengurus Provinsi (Pengprov) Taekwondo Indonesia (TI) Banten, Fiva Zabreno mengucapkan syukurnya cabor taekwondo menyumbang emas terbanyak pada Popnas 2019. Medali emas dipersembahkan oleh Clement Satya kelas U-59 kilogram, Rifki Putra Naufal kelas U-73 kilogram, dan petrus Krisna kelas U-45 kilogram. “Ini merupakan hasil kerja keras atlet dan pelatih. Untuk membawa Banten hebat dan cemerlang,” kata Fiva. (rbs/air/ags)