POPNAS 2019, Taekwondo Kantongi Dua Medali

BOGOR – Kontingen taekwondo Banten sejauh ini telah mengantongi dua medali pada ajang Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) XV 2019, yang berlangsung di Kampus IPC Ciawi, Bogor, Jawa Barat. Dua medali tersebut, yaitu emas dan perak.

Untuk medali emas, dipersembahkan oleh Clement Satya kelas U-59 kilogram putra. Sedangkan medali perak diraih oleh Ilham Faturohman kelas U-74 kilogram putra.

Sekretaris Umum (Sekum) Pengurus Provinsi (Pengprov) Taekwondo Indonesia (TI) Banten Fiva Zabreno mengatakan, dua medali tersebut dipersembahkan oleh atlet Banten saat hari pertama pertandingan digelar. Fiva mengapresiasi kerja keras atlet pelajar Banten untuk menorehkan prestasi.

Alhamdulillah hari pertama Popnas XV 2019, kontingen taekwondo Provinsi Banten meraih satu medali emas atas nama Clement Satya. Dan satu medali perak atas nama Ilham Faturohman,” kata Fiva melalui pesan WhatsApp.

Fiva mengungkapkan, kans Banten untuk menambah medali masih terbuka lebar. Sebab, masih ada tujuh atlet lainnya yang belum turun tanding. “Mohon dukungan dan doanya, besok masih ada tujuh atlet lagi yang akan bertanding. Semoga bisa juara. Membawa Banten hebat dan cemerlang,” harap Fiva.

Pelatih taekwondo Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP) Banten Gabriel Rinaldi belum menjawab panggilan telepon wartawan Radar Banten, tepatnya hingga berita ini ditulis. Namun sebelumnya, Gabriel mengungkapkan target yang diusung pada Popnas 2019 ialah meningkatkan raihan prestasi dari Popnas 2017 lalu.

“Popnas 2017 kita mendapatkan dua medali emas. Popnas tahun ini harapannya bisa menambah koleksi medali,” jelas Gabriel.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Banten Deden Apriandhi Hartawan telah menyiapkan bonus bagi peraih medali pada Popnas 2019. Bukan hanya peraih emas, tapi juga perak dan perunggu. Bonus juga disediakan bagi para pelatih.

“Gubernur dan Sekda sudah langsung memerintahkan agar bonus dipersiapkan untuk atlet peraih medali, termasuk pelatih. Medali emas Rp15 juta, perak Rp10 juta, dan perunggu Rp5 juta,” ungkap Deden. (rbs/nda/ira)