Populasi Badak Jawa Dinilai Masih Kritis

BTNUK
Mamat Rahmat, Kepala BTNUK Labuan mempresentasikan perkembangan badak jawa di Ujung Kulon, kemarin. (Foto: Herman)

PANDEGLANG – Populasi badak jawa yang ada di kawasan Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK) dalam skala internasional keberadaannya dinilai masih sangat kritis. Lantaran, jumlah populasinya kini masih di bawah 100 ekor. Pada 2015 hanya tercatat sebanyak 63 ekor.

Demikian hal tersebut diakui Kepala Balai Taman Nasional Ujung Kulon (BTNUK) Labuan Mamat Rahmat dalam Seminar Lokakarya (Semiloka) di Aula Hotel Sofyan Inn, Pandeglang, Kamis (23/6).

Menurut Rahmat, terhambatnya perkembangan populasi badak bercula satu ini karena beberapa faktor. Seperti karena kapasitas ketersediaan lahan dan pakan. Dengan jumlah badak yang ada saat ini, tak dimungkinkan binatang itu dapat berkembang populasinya. “Maka, ada lahir dan ada kematian,” katanya.

Ia menceritakan, pada 2015 lalu terdeteksi melalui 120 kamera video trap ada kelahiran terbanyak sebanyak tujuh ekor. Kelahiran ini berbeda dari tahun sebelumnya. “Biasanya satu ekor kelahiran anak badak per tahunnya. Namun tahun 2015 lalu ada tujuh ekor anak badak lahir. Namun dari kelahiran itu, tetap tidak bisa dikatakan berkembang banyak lantaran ada kematian dan ada kelahiran. Akan tetapi, kalau terekam kamera ada peningkatan, kalau tahun 2014 hanya sekira 50 ekor,” ujarnya.

Rahmat berjanji akan terus berupaya melakukan pengembangbiakan badak, melalui rencana penangkaran alami. “Namun, saat ini kami masih kesulitan mencari lahan. Ada lahan di wilayah Perhutani Cikeusik yang cocok, namum Pemprov belum tahu mau atau tidak untuk dijadikan tempat penangkaran,” ungkapnya.

Projek Lipper World Wild Life (WWF) Tanjung Lesung, Yuyun Kurniawijaya membenarkan secara global kondisi badak jawa saat ini kritis. Sebab kalau di atas seratus ekor atau 500 ekor akan dipastikan aman, tak akan punah. “Maka kami selain berupaya melakukan penghijauan di lingkungan daerah kawasan TNUK, juga melakukan penghijauan dengan menanam pakan badak di kawasan TNUK,” katanya. (Herman/Radar Banten)