Positif Corona di Cihara Seorang Petani, Tak Pernah ke Jakarta

Juru bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Lebak Firman Rachmatullah (dua kiri) menyampaikan keterangan perkembangan Covid-19 di Lebak, Selasa (14/4) lalu.  

LEBAK – Juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Lebak Firman Rahmatullah menegaskan sudah menerjunkan tim untuk melakukan tracking riwayat pasien positif corona pertama di Lebak. Informasi dari lapangan, pasien tersebut berprofesi sebagai petani dan tidak pernah berpergian.

“Iya, kita sudah terjunkan tim untuk tracking riwayat pasien positif corona di Cihara,” kata Firman Rahmatullah kepada wartawan, Kamis (21/5).

Pasien berinisial S ini awalnya dirawat di RSUD Malingping pada 1 Mei 2020. Setelah itu, pasien dirujuk ke RSU Banten dan diuji swab. Hasilnya telah keluar dan terkonfirmasi positif Covid-19.

“Gejalanya batuk-batuk udah lama. Karenanya dia dibawa ke RSUD Malingping dan dirujuk ke RSU Banten,” ungkapnya.

Firman menambahkan, pasien tidak pernah berpergian ke Jakarta atau Pandeglang. Tapi, kalau bepergian dari Cihara ke Bayah atau Malingping menggunakan angkutan umum masih harus di-tracking. Karena itu, kronologinya kenapa pasien terpapar Covid-19 masih ditelusuri.

Diberitakan sebelumnya, satu pasien asal Cihara, Kabupaten Lebak, terkonfirmasi positif corona. Pasien tersebut berprofesi sebagai petani.

Dalam situs tersebut, Pemkab Lebak mengumumkan orang tanpa gejala (OTG) sebanyak 41 orang, orang dalam pemantauan (ODP) sebanyak 539 orang, dengan rincian 36 orang dalam pemantauan dan 503 orang sudah aman. Selanjutnya, 31 orang pasien dalam pengawasan (PDP), dengan rincian dalam pengawasan 16 orang, aman 8 orang, dan PDP meninggal dunia 7 orang. Untuk pasien yang terkonfirmasi positif corona satu orang. (Mastur)