Gubernur Banten Rano Karno mengukuhkan anggota Paskibraka Provinsi Banten.

SERANG – Ketua Purna Paskibra Indonesia (PPI) Provinsi Banten Eris Anwar Firdaus menjamin 50 anggota Paskibraka tingkat Provinsi Banten tidak ada yang memiliki paspor ganda, seperti halnya Gloria Natapradja, anggota Paskibraka asal Depok, Jawa Barat, yang gagal dikukuhkan oleh Presiden Joko Widodo menjadi Paskibraka Nasional.

“Kalau anggota Paskibraka di kita saya jamin tidak bermasalah. Insya Allah berjalan baik,” ungkap Eris kepada Radar Banten Online, Senin (15/8).

Eris mengatakan, rekrutmen anggota Paskibraka sesuai dengan Peraturan Menteri Pemuda dan Olahraga Nomor 0065 Tahun 2015.

Terkait dengan sikap PPI Banten menilai persoalan yang menimpa Gloria, Eris mengatakan, hal tersebut dikembalikan kepada dasar hukum yang berlaku. Walaupun memang bila dilihat sekilas Gloria memiliki semangat untuk menjadi anggota Paskibraka.

“Sebelum usia 18 boleh memiliki dua kewarganegaraan. Namun, akan lebih baik, ada ketegasan dari orang tua yang bersangkutan atau orang tua lainnya yang sama persis menimpa Gloria,” katanya.

Hal lainnya, kata dia, dua anggota Paskibraka Nasional asal Banten, hingga saat ini belum memiliki posisi yang tetap dalam formasi Paskibraka 17 Agustus 2016 di Istana Negara.
“Sebetulnya posisi keduanya masih tanda tanya, namun dari informasi latihan terakhir, M Aditya masuk pasukan delapan (pengibar bendera-red) dan Audrey masuk pasukan 17,” kata Eris.

“Kemungkinan bisa berubah di saat detik-detik terakhir, sekitar sejam atau dua jam sebelum mau bertugas di lapangan, biasanya ada perubahan,” sambung Eris.

Tahun ini dua anggota Paskibraka asal Banten yang masuk Paskibraka Nasional yaitu M. Aditya Ersyah Lubis, SMAN 3 Kota Tanggerang, putra pasangan Irwansyah Lubis dan Ernita Dewi, dan Audrey Gabriella Yudiono Putri, asal SMA St. Laurentia, Kota Tangsel, putri pasangan Go Yudiono dan Dian Ananta. (Fauzan Dardiri)