Pra PON 2019, Anggar Banten Gagal ke PON 2020

SERANG – Kontingen cabang olahraga (cabor) anggar Banten gagal meraih podium pada ajang Pra PON 2019. Pada kejuaraan yang digelar di Semarang, Jawa Tengah, itu anggar Banten belum bisa menyumbang medali. Banten dipastikan tidak berangkat ke PON Papua 2020.

Berdasarkan ranking secara nasional, kontingen anggar Banten yang diperkuat 12 atlet hanya bertengger di urutan ketujuh. Minimnya jam terbang atlet anggar Banten disebut menjadi faktor kalahnya dalam persaingan.

“Atlet kita belum ada yang mendapat medali di Pra PON 2019. Kita hanya ranking tujuh. Jadi, kita sudah tidak mungkin lolos ke PON Papua kalau berdasarkan persyaratan dari KONI Banten. Atlet kita masih kalah jam terbangnya,” kata Ketua Umum Pengurus Provinsi (Pengprov) Ikatan Anggar Seluruh Indonesia (Ikasi) Banten A D Hariana, Jumat (18/10).

Hariana mengaku, atletnya masih perlu pembinaan lanjutan untuk mematangkan jam terbangnya. Ia optimistis jika pembinaan ditempa dalam jangka panjang, anggar Banten bisa berprestasi untuk masa mendatang.

“Kita kecewa melihat hasil di Pra PON, tapi mau bagaimana lagi. Daerah lain lebih siap dari kita. Atlet kita rata-rata masih usia belasan dan muda-muda. Dua kali PON ke depan, saya yakin mereka akan berprestasi,” jelas Hariana.

Sementara itu, Sekretaris Umum Pengrov Ikasi Banten Nano Suryano mengatakan, selain jam terbang, faktor kegagalan atletnya di ajang Pra PON 2019 karena minimnya pemusatan latihan daerah (pelatda). Ikasi Banten hanya bisa menggelar pelatda selama tiga bulan dan ditambah satu bulan training center (TC).

“Bila dibandingkan dengan daerah lain seperti Kalimantan Timur, Jawa Barat, dan DKI Jakarta yang menggelar pelatda lebih lama sehingga hasilnya terbukti pada Pra PON ini. Sementara Banten tidak ada yang lolos dan ini menyakitkan,” ungkap Nano.

Nano juga menyinggung, pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) V 2018 lalu, cabang olahraga (cabor) anggar hanya dijadikan ekshibisi. Itu membuat psikologis atlet terganggu dan berdampak pada babak Pra PON.

“Anggar hanya dijadikan ekshibisi saja di Porprov V Banten 2018 lalu. Itu membuat atlet sangat kecewa. Sehingga, sulit membangkitkan semangat mereka,” kata Nano. (rbs/nda/ira)