Pra PON Bola Tangan, Banten Boyong 28 Atlet

SERANG – Sebanyak 28 atlet diboyong Pengurus Provinsi (Pengprov) Asosiasi Bola Tangan Indonesia (ABTI) Banten ke Purwokerto, Jawa Tengah. Atlet pilihan itu akan berjuang di ajang Pra PON 2019.

Kontingen bola tangan Banten rencananya berangkat ke Purwokerto pada Sabtu (19/10), dengan menempuh perjalanan darat. Namun, penglepasan kontingen lebih dulu dilakukan di aula KONI Banten, Jumat (18/10). Ketua Umum KONI Banten Rumiah Kartoredjo hadir. Sementara, pertandingan baru digelar Minggu (20/10) hingga Kamis (24/10).

Ketua Pengprov ABTI Banten Hasreiza mengatakan, 28 atlet itu untuk mengisi dua tim dari kategori putra dan putri. Jumlah itu termasuk cadangan dari masing-masing posisi. Sehingga jika ada yang cedera, tidak sulit mencari penganti.

“Kami akan berangkat Sabtu 19 Oktober, melalui jalur darat. Perjalanan jadi cukup panjang. Kita membawa cadangan pemain, dari masing-masing kategori putra dan putri. Agar kami bisa melihat perputaran atlet,” kata Hasreiza.

Pada ajang Pra PON 2019 itu, Hasreiza optimistis atletnya mampu mempersembahkah hasil terbaik untuk Provinsi Banten. Sesuai syarat yang diembankan KONI Banten untuk menuju PON Papua 2020, Hasreiza menegaskan, targetnya menembus peringkat tiga besar.

“Supaya kami bisa ke PON 2020, minimal harus masuk di tiga besar. Karena memang itu target dari KONI Banten, walaupun dari Pengurus Besar (PB) ABTI hanya di enam besar,” jelas Hasreiza.

Dari dua tim yang diusung, tim putra Banten masuk ke dalam pul B, bersama Kalimatan Timur dan Jawa Timur. Sedangkan tim putri yang juga di pul B bakal bersaing dengan tim Sumatera Barat dan Jawa Timur. Hasreiza memprediksi kans terbesar ada di tim putri.

“Kans untuk tim, insya Allah bisa masuk juara dua atau tiga. Kalau untuk tim putra, karena lawannya cukup berat, bisa masuk ke tiga besar juga sudah sangat bersyukur. Karena, dari setiap pul akan diambil yang juara dan runner-up untuk melaju ke babak selanjutnya, jadi ini semi kompetisi,” ungkap Hasreiza.

Ketua Umum KONI Banten Rumiah Kartoredjo, cabor bola tangan baru perdana dipertandingkan pada ajang Pra PON 2019, kemudian di PON Papua 2020 mendatang. Untuk itu, ia berharap permulaan yang baik bisa diraih oleh kontingen Banten.

“Masuk tiga besar memang butuh perjuangan. Tapi, kami tetap optimistis bisa meloloskan ke PON Papua 2020. Saya lihat cabor bola tangan punya potensi yang bagus,” kata Rumiah. (rbs/nda/ira)