Pra PON II Timur dan Tengah, Pertina Banten Boyong Sepuluh Atlet

SERANG – Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina) Banten memboyong sepuluh atlet terbaiknya pada ajang Pra PON II Timur dan Tengah cabang olahraga (cabor) tinju. Perebutan tiket menuju PON Papua 2020 itu berlangsung di Bogor, Jumat (13/12) hingga Jumat (20/12).

Masing-masing, sepuluh petinju Banten tersebut yaitu Christie Indri Makawimbang (kelas 45 kilogram putri), Isdoniyati (kelas 48 kilogram putri), Abner Rianamu (kelas 46 kilogram putra), Juliansyah (kelas 49 kilogram putra), Yudi Kurniawan (kelas 52 kilogram putra), Ari Rudi Setiawan (kelas 56 kilogram putra), Michael Romroman (kelas 60 kilogram putra), Benitus Rumah Pasal (kelas 64 kilogram putra), Litiyono (kelas 75 kilogram putra), dan Fajar Dwi (kelas 81 kilogram putra).

“Kami besok (Kamis (12/12) akan berangkat dari Banten, ke venue pertandingan di Bogor. Membawa sepuluh atlet, dan didampingi oleh dua pelatih yaitu pak Edi Tabrani dan Sukijan,” kata Ketua Pengprov Pertina Banten, Verry Yugangga, Rabu (11/12).

Dijelaskan Verry, Pra PON di Bogor tersebut merupakan babak kualifikasi cabor tinju kedua yang digelar. Pertama pada September lalu di Ternate, Maluku Utara. Saat itu petinju Banten menembus peringkat tiga besar. Namun perlu diketahui, Pra PON cabor tinju menggunakan sistem dua zona.

“Ini Pra PON yang kedua. Untuk atlet yang memang belum diturunkan. Terbagi dua zona, Banten kebagian di zona Timur. Yang bisa dikatakan banyak terisi atlet pelatnas. Jadi saingan memang cukup berat,” jelas Verry.

Verry berharap petinju Banten pada Pra PON II tersebut bisa mempersembahkan medali emas. Sedikitnya peluang cukup besar ada kepada atlet Ari Rudi Setiawan (kelas 56 kilogram putra), Benitus Rumah Pasal (kelas 64 kilogram putra), dan Listiyono (kelas 75 kilogram putra).

“Ada dua target utama yang Pertina Banten usung pada Pra PON 2019 ini. Pertama atlet yang diberangkatkan untuk mengejar medali emas. Kemudian yang kedua, kalau tidak dapat emas, untuk menambah jam terbang atlet,” ungkap Verry. (rbs/nda/ags)