Sepak Bola Pra-PON
Kesebelasan Pra-PON Banten saat menjalani Pelatda Pra-PON di Stadion Maulana Yusuf, Ciceri, Kota Serang, beberapa waktu lalu. Foto: Dok. Radar Banten

SERANG – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Banten memberi lampu hijau terhadap keikutsertaan cabang olahraga (cabor) sepak bola pada Pra-PON yang akan digelar di Jawa Barat pada 20-30 Maret. Namun hingga saat ini KONI belum mendapat laporan tentang kepastian Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI terkait keikutsertaan Banten di Pra-PON.

Ketua Umum KONI Banten Rumiah Kartoredjo mengatakan, KONI tidak bisa memutuskan apakah cabor sepak bola akan ikut serta di Pra-PON atau tidak. Kewenangan tersebut ada di tangan Asprov. “Sampai sekarang kami belum tahu apakah cabor sepak bola ikut atau tidak di Pra-PON nanti. Kalau KONI pada prinsipnya menanti kesiapan Asprov, kita serahkan ke Asprov. Tapi harus diingat waktu terus berjalan, Asprov harus mengambil sikap,” kata Rumiah di ruang kerjanya kantor KONI Banten, Jumat (29/1), seperti dilansir koran Radar Banten hari ini.

Rumiah menambahkan, apabila ada kendala dalam menyiapkan tim, terutama mengenai dana untuk persiapan selama kurang lebih dua bulan ke depan, ia menyatakan bisa dibicarakan. “Kalau untuk pelaksanaan kan semuanya sudah ditanggung oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). Kalau untuk pelaksanaan pelatda, mari kita bicarakan dan tanggung bersama. Kalau sudah dipastikan ikut, mari kita siapkan bersama-sama. Digotong bareng-bareng lah. Tapi sampai sekarang Asprov belum ada komunikasi lagi dengan kami,” imbuhnya.

Sejatinya, cabor sepak bola telah menerima dana pelatda untuk pelaksanaan Pra-PON yang rencana awal akan digelar pada Oktober 2015. Namun, akibat dibekukannya PSSI oleh Kemenpora, Pra-PON gagal digelar. “Kami paham kesulitan Asprov. Kalau mengikuti koridor sebenarnya, dana pelatda bagi semua cabor tidak ada lagi. Tapi kan ada pengecualian karena insiden ini bukan keinginan Asprov PSSI Banten, melainkan berasal dari pusat. Tapi kami tidak bisa menjanjikan yang besar-besar karena kami juga belum memiliki dana lantaran bantuan hibah dari Pemprov Banten juga belum cair,” ungkap mantan Kapolda Banten itu.

Sekretaris Jenderal Asprov PSSI Banten Yono Wirangga menyatakan, masih bimbangnya Asprov PSSI Banten dalam mengambil sikap tak lepas dari kondisi sepak bola Indonesia saat ini. Keputusan KONI Pusat menggelar Pra-PON sepak bola tidak sepenuhnya ditanggapi positif oleh Asprov. “Bahkan banyak Asprov yang meminta pertandingan cabor sepak bola di PON sebaiknya tidak dilaksanakan karena carut marut ini. Banyak penolakan yang dikemukakan dalam forum Asprov. Ini juga jadi perhatian dalam mengambil keputusan ikut atau tidak. Tapi kami berjanji akan segera mendatangi KONI Banten untuk berkomunikasi lebih jauh,” ucapnya. (Andre/RBG)