Prediksi Barcelona vs Manchester United: Setan Merah dan Kisah Dua Kota

0
560 views

BARCELONA – Paris dan Muenchen menjadi dua kota yang bertuah buat Manchester United di ajang Liga Champions. Paris, 40 hari yang lalu, United menjungkalkan prediksi banyak orang dengan menang 3-1 atas tuan rumah Paris Saint-Germain pada leg kedua 16 besar. Sementara Barcelona, dua dekade silam, Setan Merah meraih kemenangan heroik 2-1 atas Bayern Muenchen di final.

Memori kemenangan di dua kota itu menjadi pelecut semangat United buat comeback saat melakoni leg kedua perempat final versus Barcelona di Camp Nou dini hari nanti (17/4) (siaran langsung RCTI pukul 02.00 WIB).

United mengalami kekalahan 0-1 oleh Barca pekan lalu (11/4) pada leg pertama saat bermain di Old Trafford. Defisit satu gol membuat United harus menang dengan margin minimal dua gol dini hari nanti.

Pelatih United Ole Gunnar Solskjaer dalam pre match press conference kemarin (15/4) mengatakan, mengalahkan Blaugrana di kandangnya bukan tak mungkin. Meski Barca tak pernah kalah dalam 12 penampilan terakhir di kandang.

“Kami mengalahkan beberapa tim bagus dan pemain bintang pada musim ini ketika bermain di luar Old Trafford. Kami akan memakai (kisah sukses) di markas PSG dan Juventus sebagai contohnya,” tutur Solskjaer seperti diberitakan Daily Mail.

Dalam pertandingan ini United tak akan diperkuat Luke Shaw yang kena hukuman akumulasi. Meski Shaw adalah pencetak gol bunuh diri kedua tim bertemu pekan lalu, tetapi peran Shaw tak bisa disepelekan.

Solskjaer sudah menjajal pemain yang diproyeksikan menggantikan Shaw saat melawan Wets Ham (14/4) lalu, yakni Marcos Rojo. Akan tetapi, rupanya kualitas bek asal Argentina itu masih di bawah Shaw. Gol West Ham oleh Felipe Anderson lahir karena ketidaksigapan Rojo dalam mengkover pergerakan pemain yang musim ini didatangkan dari Lazio tersebut.

ESPN menganalisis pada kekalahan pertama United di Old Traffod (11/4), Solskjaer memakai tiga centreback plus dua wingback untuk membuat alur serangan Barca macet di sisi sayap. Pola 3-5-2 itu jugalah yang menjadi resep sukses comeback ketika United menang 3-1 atas PSG di Paris (7/3).

Dengan absennya Shaw dan melihat kualitas Rojo yang kurang cepat, maka kemungkinan Solskjaer memakai formasi 3-5-2 cukup kecil. Kembali ke formasi 4-3-1-2 menjadi salah satu opsi terbaik.

Manchester Evening News memberikan pendapat. Trio kilat United, Jesse Lingard, Marcus Rashford, dan Anthony Martial bisa digeber sejak menit pertama. Apalagi melihat kelambatan Romelu Lukaku ketika leg pertama di Old Trafford, pendukung United jadi gemas.

“Kecepatan ketiganya bisa membuat lini belakang Barca syok. (Clement) Lenglet dan (Gerard) Pique sebagai duet bek tengah tak terlalu apik dalam menghadapi serangan cepat,” tulis Manchester Evening News.

Gelandang United Paul Pogba dalam wawancara dengan ESPN di mixed zone saat menang atas West Ham (14/4) mengatakan mereka tak boleh lagi bermain lambat. Kalau memainkan tempo seperti saat lawan West Ham, United jelas akan jadi bahan bulan-bulanan Barca.

Pogba yang mencetak dua gol dari titik penalti ke gawang The Hammers berkata telah belajar menjadi eksekutor penalti. “Ya, tak lagi berlari-lari kecil. Yang penting bolanya masuk,” tutur Pogba kemudian tertawa.

Sementara itu, gelandang Barca Arturo Vidal kepada Marca mengatakan, pasca rotasi besar timnya saat bermain imbang tanpa gol lawan Huesca maka seluruh pemain akan lebih fit saat melawan United.

“Pikiran kami semua ada di Liga Champions. Memang melawan United akan menguras tenaga juga pikiran kami akan tetapi kami akan melakukannya selangkah demi selangkah,” tutur pemain Timnas Cile itu.

Barca punya memori buruk tentang fase perempat final. Dalam lima musim terakhir, empat kali Lionel Messi kandas di babak ini. Hanya musim 2014-2015 mereka lolos yang kemudian ditutup dengan jadi kampiun di Berlin. Barca menang 3-1 atas Juventus. Sedangkan sisanya, kalah oleh Atletico (2013-2014, 2015-2016 ), AS Roma (2017-2018), dan Juventus (2016-2017).

Di sisi lain, legenda Barca Ronaldinho kepada Mirror berkata United sangat mungkin membalik situasi kemenangan Barca di Old Trafford. Syaratnya Ashley Young dkk bisa mencetak gol cepat.

“Jika United bisa mencetak gol lebih dahulu maka itu akan membuat seisi stadion gugup. Dan, kamu tak akan pernah tahu apa yang akan terjadi selanjutnya,” kata Ronaldinho. 

Menurut pemain yang mengantarkan Barca juara Liga Champions 2005-2006 itu seharusnya  Barca ‘menghabisi’ United di Old Trafford. Bukan sekedar menang 1-0. “Dengan cara main Barca yang membombardir United dan United tanpa shots on goal sebenarnya ada banyak kesempatan menang dengan banyak gol buat Barca,” tambah Ronaldinho. (jpg/ibm/ira)