Prediksi Caleg DPR Asal Banten yang Lolos ke Senayan

SERANG-Perebutan kursi untuk DPR RI di Provinsi Banten berlangsung ketat dan penuh kejutan. Sejumlah caleg wajah baru mampu melenggang ke Senayan menggeser para caleg petahana.

Kuota kursi DPR RI di Banten sebanyak 22 kursi. Perinciannya daerah pemilihan (dapil) Banten I sebanyak enam kursi, dapil Banten II enam kursi, dan dapil Banten III sebanyak 10 kursi.

Di dapil Banten I (Lebak-Pandeglang), sejumlah kejutan terjadi. Dua Wakil Ketua DPRD Banten Ali Zamroni dan Adde Rosi Khoerunnisa diprediksi berkantor di Senayan untuk lima tahun ke depan. Ali yang mencoba peruntungan menjadi caleg DPR RI dari Partai Gerindra berhasil mengamankan tiket ke Senayan. Perolehan suara Ali sementara ini jauh lebih banyak dibandingkan dengan caleg petahana Anda. Hal yang sama juga dilakukan Adde Rosi Khoerunnisa yang maju sebagai caleg DPR RI dari Partai Golkar. Perolehan suara Adde Rosi pun cukup signifikan untuk mengantarkannya ke Senayan.

Kejutan tidak hanya datang dari Ali Zamroni dan Adde, mantan bupati Pandeglang Dimyati Natakusumah yang maju dari PKS juga membuat kejutan lain. Selain bisa ke Senayan untuk kali keduanya dengan berganti partai politik. Dimyati sebelumnya maju dari PPP di dapil Jakarta Timur.

Dimyati juga berpeluang mengajak serta anaknya ke Senayan, Rizka Amalia Natakusumah. Rizka menjadi caleg di dapil yang sama dari NasDem. Ia pun diprediksi lolos ke Senayan.

Pada Pemilu 2014, jatah enam kursi di dapil Banten I diraih oleh enam parpol yang berbeda. Mereka adalah Partai Golkar (Andika Hazrumy), PDIP (Hasbi Asyidiki Jayabaya), Partai Demokrat (Vivi Sumantri Jayabaya), Gerindra (Anda), PPP (Irna Narulita) dan NasDem (Tri Murny).

Hal yang sama juga terjadi di dapil Banten II (Kabupaten Serang, Kota Serang, dan Kota Cilegon). Kejutan pertama datang dari caleg Partai Demokrat yang saat ini menjabat Wakil Ketua DPRD Banten Nuraeni. Ia diprediksi melenggang ke Senayan karena perolehan suaranya sementara ini mengalahkan politikus senior Demokrat Amir Syamsuddin. Kejutan lain tentu saja kehadiran mantan walikota Serang Tb Haerul Jaman dari Partai Golkar. Nuraeni dan Jaman menjadi kuda hitam yang mampu mengambil tiket ke senayan di dapil Banten II.

Dari enam caleg petahana, empat di antaranya maju kembali. Mereka adalah Desmond J Mahesa (Gerindra), Ichsan Soelistio (PDIP), Yandri Susanto (PAN), dan Kartika Yudhisti (PPP). Sementara Yayat Y Biaro (Golkar), dan Zulkieflimansyah (PKS) tidak lagi menjadi caleg di dapil Banten II. Dari petahana, tiga caleg yang diprediksi lolos adalah Desmond, Ichsan, dan Yandri Susanto.

Kejutan lain yang terjadi adalah sosok Ketua KNPI Banten Rano Alfath, yang menjadi caleg DPR RI dari PKB di dapil Banten III (Kota Tangerang, Kota Tangsel, dan Kabupaten Tangerang). Rano Alfath menjadi caleg kuda hitam yang diprediksi mengalahkan caleg petahana PKB sendiri yakni Siti Masrifah.

Tak jauh berbeda, sosok mantan gubernur Rano Karno juga mulus ke Senayan sebagai caleg DPR RI dapil Banten III dari PDIP. Selain Rano, PDIP juga diprediksi berhasil menambah satu kursi lagi di dapil Banten III. Ada nama caleg petahana Marinus Gea dan Eddy Kusuma Wijaya yang berpotensi lolos. Namun, informasi yang diterima nama Marinus Gea yang memeroleh suara terbesar kedua setelah Rano Karno.

Di dapil Banten III ini, caleg petahana yang masih kuat dan melenggang kembali ke Senayan yakni Sufmi Dasco Ahmad (Gerindra), Andi Achmad Dara (Golkar), Irgan Chairul Mahfiz (PPP), M Ali Taher (PAN), dan Hartanto Edhie Wibowo (Demokrat). Sementara dua nama baru yakni Zulfikar (PKS) dan Wawan Iriawan (NasDem) yang diprediksi lolos ke Senayan.

Marinus Gea mengaku optimistis bisa kembali menjadi perwakilan Dapil III Banten menuju senayan. Dari caleg intenal PDIP ia menduduki posisi kedua perolehan suara setelah Rano Karno. “Dari hasil C-1 yang kami kumpulkan saya ada di posisi urutan kedua, tapi kami akan tetap tunggu hasil KPU,” katanya.

Hasil rekap real count dari hasil tabulasi pleno PPK, PDIP diprediksi mendapat dua kursi. “Akumulasi data yang sudah terkumpul sudah di atas 70 persen, saat ini perhitungannya kami sudah mendapat dua kursi lebih. Sedikit lagi bisa mencapai tiga kursi,” ungkap Ketua Taruna Merah Putih (TMP) Banten ini.

Ketua Tim Pemenangan Rano Karno, Beno Novit Neang mengungkapkan, saat ini Rano Karno berada di urutan pertama perolehan suara baik di internal partai maupun jika dibandingkan dengan partai lain.

Menyikapi banyaknya caleg petahana yang rontok, Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Nasional Demokrat (NasDem) Provinsi Banten juga mengklaim sebagai parpol yang membuat kejutan. “Dari hasil real count KPU yang saat ini masih berjalan, kami optimistis dapat kursi di tiga dapil yang ada. Bahkan di dapil Banten 2, Ranta Soeharta dan dapil Banten 3 atas nama Ketua DPW Nasdem Wawan Iriawan insya Allah lolos ke senayan,” kata Sekretaris DPW Partai Nasdem Provinsi Banten Aries Halawani, kepada wartawan, akhir pekan lalu.

Keyakinan NasDem meraih kursi untuk DPR RI di semua dapil lantaran partai besutan Surya Paloh ini diprediksi masuk enam besar peraih suara terbanyak dari 16 parpol peserta Pemilu 2019 tingkat Provinsi Banten. Kendati mengaku optimistis, NasDem tetap menunggu hasil penghitungan dan keputusan resmi dari KPU Banten paling cepat 12 Mei. “Kami tunggu KPU, karena rekapitulasi masih terus berjalan. Tapi, kalau diintip kan insya Allah sudah kelihatan (dapat dua kursi tambahan),” ujar Aries.

Ketua DPD PDIP Banten Asep Rahmatullah mengaku Pemilu 2019 sangat banyak kejutan, mulai dari DPR RI hingga DPRD kabupaten kota. “Pileg 2019 banyak caleg petahana yang tumbang oleh caleg kuda hitam. Tapi ini baru prediksi, belum hasil resmi,” ungkapnya.

Sebelumnya, Sekretaris DPD Partai Golkar Provinsi Banten Bahrul Ulum mengatakan, Golkar masih fokus melakukan pengawalan proses rekapitulasi suara di tingkat kabupaten kota dan provinsi. “Sebelum ada pengumuman resmi berapa kursi yang diperoleh Golkar untuk DPR RI, DPRD Banten dan DPRD kabupaten kota, kami tidak akan mengklaim perolehan kursi sementara,” kata Ulum. (Deni S/Iwan)