SERANG – Permohonan Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah agar pemerintah pusat merevitalisasi Sungai Kalimati di Kecamatan Pontang akan segera terwujud karena langsung direspons Presiden Joko Widodo. Bahkan Presiden direncanakan meninjau Sungai Kalimati pada Rabu, (14/3).

Pada kesempatan tersebut, Presiden direncanakan juga meresmikan asrama pondok pesantren dan pendirian Bank Wakaf Mikro An Nawawi di Kecamatan Tanara. “Respons Presiden ini tentu kabar bahagia dan kebanggaan bagi kami Pemerintah Kabupaten Serang. Terima kasih tak terhingga kami sampaikan kepada Bapak Presiden,” kata Tatu di Pendopo Bupati Serang, Senin (12/3).

Tatu pernah meninjau Sungai Kalimati pada Oktober 2017 lalu. Pemandangan tidak elok nampak di Sungai Kalimati di Kecamatan Pontang, karena dipenuhi dengan tanaman eceng gondok, sehingga jika musim hujan sungai tersebut kerap meluap dan menyebabkan banjir. 

Tatu mengatakan, melihat kondisi tersebut diperlukan adanya pengerukan, karena Sungai Kalimati dinilai berpotensi sebagai sumber air baku. Selain itu, imbuh Tatu, juga bisa menjadi tujuan wisata air apabila ditata dengan baik. 

Melihat kondisi dan potensi itu, Pemkab Serang sudah mengirimkan surat kepada Balai Besar Sungai Ciujung Cidanau Cidurian serta Kementerian Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) agar merevitalisasi Sungai Kalimati. “Komunikasi dengan pihak Balai Besar kami lakukan dengan intens agar direalisasikan. Dan pihak kementerian sangat antusias dan merespons dengan baik,” ujarnya.

Direncanakan, revitalisasi Sungai Kalimati akan dilakukan pihak Balai Besar Wilayah Sungai Ciujung Cidanau Cidurian, Cidanau sepanjang 8 kilometer dari total 11 kilometer. “Kami bertugas menertibkan bangunan liar di sepanjang sungai. Tentu ini juga butuh bantuan pemerintah pusat dan provinsi serta masyarakat,” ujarnya. 

Selain pengajuan revitalisasi, Pemkab Serang juga telah menyampaikan ke kepala balai besar dan kementerian, agar di bagian samping kali mati dibangun wisata air, sedangkan untuk desainnya, semua diserahkan kepada pihak balai besar. “Jika selesai direvitalisasi, persoalan kekeringan atau minimnya air baku di wilayah Pontang, Tirtayasa, dan Tanara akan terselesaikan. Bahkan jika terwujud menjadi daerah wisata air, kesejahteraan masyarakat akan meningkat,” pungkasnya.(anton sutompul/antonsutompul@gmail.com)