Presiden Jokowi: Nggak Usah Beli Cabai Rawit

0
402 views

PEMERINTAH yakin bahwa tahun ini harga cabai bisa berangsur turun setelah suplai diperbesar. Masyarakat pun diimbau untuk menyiasati kenaikan harga komoditas itu.

Presiden Joko Widodo mengatakan, harga cabai yang makin pedas alias mahal adalah dampak suplai yang menurun selama 2016.

Hal tersebut disampaikan Jokowi setelah mendatangi Pasar Induk Kajen di Kabupaten Pekalongan kemarin (9/1). Dia langsung menanyakan fluktuasi harga komoditas kepada sejumlah pedagang. “Kenaikan harga cabai rawit merah Rp100 ribu,” kata Jokowi. Sedangkan cabai merah dan hijau dihargai Rp45 ribu-Rp50 ribu.

Menurut dia, harga sejumlah komoditas, termasuk cabai, sangat bergantung supply and demand. “Selain itu, pada 2016 memang jelek untuk cabai. Sehingga banyak yang busuk dan gagal panen,” ujar mantan wali kota Solo itu. Akibatnya, suplai di pasaran berkurang sehingga mengerek harga.

Fluktuasi harga cabai itu dianggap Jokowi sebagai hal yang biasa. Untuk saat ini, masyarakat diimbau agar menyiasatinya lewat substitusi. “Nggak usah beli cabai rawit. Belinya cabai yang hijau, yang merah juga pedes, sama saja,” imbau presiden 55 tahun itu.

Pemerintah yakin bahwa harga komoditas cabai bisa turun. Terlebih, Kementerian Pertanian juga terus-menerus menyuplai bibit cabai untuk ditanam petani. Diharapkan, suplai cabai di pasaran bisa kembali meningkat sehingga harga menjadi normal lagi.

Rian, salah seorang pedagang bumbu masakan, membenarkan bahwa harga cabai memang melonjak, terutama cabai rawit merah. “Naiknya belum lama,” ucap dia. Sejauh ini, konsumen cabai hanya mengeluhkan harga yang melonjak. Sedangkan untuk cabai merah dan hijau, masih relatif tidak ada keluhan karena kenaikan harga hanya berkisar Rp10 ribu. (byu/c11/oki/JPNN)