Presiden Joko Widodo saat mengunjungi ratusan pengungsi di Kecamatan Labuan, Pandeglang, Senin (24/12).

PANDEGLANG – Presiden Joko Widodo meminta seluruh jajaran kementerian, TNI, Polri, pemprov, dan pemkab agar bergerak cepat menangani pasca tsunami di Selat Sunda yang menerjang Banten dan Lampung. Antara lain mengevakuasi korban, bantuan logistik, kesehatan, dan sarana infrastruktur.

“Saya menginginkan penanganan bencana tsunami ini dapat segera diselesaikan dengan cepat,” kata Presiden saat lokasi terdapak tsunasi di Kecamatan Carita, Senin (24/12).
Jokowi didampingi Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita, Menteri Kesehatan Nila F Moeloek, Gubernur Banten Wahidin Halim, Bupati Pandeglang Irna Narulita.

Jokowi tiba menggunakan helikopter EC725 Caracal Milik TNI AU, landas di Lapangan Ahmad Yani, Labuan, pukul 09.00 WIB. Sebelum bertolak ke Carita, Jokowi dan rombongan kementerian juga meninjau Posko Bantuan di Kecamatan Labuan, Ratusan pengungsi di Lapangan Futsal, Desa Rancatereup, Kecamatan Labuan, dan melihat jenazah korban di Puskesmas Labuan.

Jokowi mengaku sudah menginstruksikan kepada jajaran menteri, Panglima TNI, Kapolri, BNPB dan jajaran terkait untuk terjun langsung ke lapangan melakukan evakuasi. “Agar mencari korban yang belum ditemukan. Kemudian melakukan perawatan yang instensif kepada para korban,” katanya.

Bupati Pandeglang Irna Narulita menyatakan, penanganan pasca tsunami sudah ada peningkatan, berbeda dengan hari pertama pasca tsunami, Dengan segala keterbatasan, mulai dari tim evakuasi, medis, logistik, dan obat-obatan. “Karena awalnya kita sudah mengeluarkan surat pemberitahua libur panjang, jadi awal kita kekurangan tenaga. Namun setelah koordinasi kesana kemari, alhamdulillah bantuan pun sampai hari ini terus berdatangan,” katanya.

Irna menjelaskan, evakuasi korban terus dilakukan bersama jajaran TNI, Polri, BPBD dan sejumlah relawan kemanusiaan. Jenazah korban yang berhasil ditemukan sudah mencapai 276 orang, 783 luka berat, dan luka ringan. “Evakuasi korban itu dari beberapa titik wilayah terdampak tsunami. Mulai dari Kecamatan Carita, Labuan, Panimbang, Tanjung Lesung, Pagelaran, dan Kecamatan Sumur. Data itu termasuk Anyar sebanyak 12 orang yang meninggal, 36 luka-luka, dan Cinangka 14 orang meninggal, 26 luka, wilayah Kabupaten Serang. Tadi juga baru menemukan satu orang anak-anak,” terangnya.

Menurut Irna, selain evakuasi dilakukan secara terus sampai 14 hari mendatang, pembersihan sampah dan pembangunan sanitasi lingkungan akan segera dilakukan. “Saya merasa berbahagia kehadiran Bapak Presiden ke sini, dengan kondisi kami yang sedang duka ini. Khususnya infrastruktur yang rusak, tenda pengungsian serta kita butuh sarana air bersih dan sanitasi. Bapak Presiden Jokowi sudah memerintahkan para menteri untuk memenuhi kebutuhan itu,” katanya.

Dandim 0601 Pandeglang Letkol Infantri Fitriana Nur Heru Wibawa menjelaskan, TNI sebanyak 1.580 anggota, ditambah dari Polri, dan Basarnas sudah tersebar ke titik-titik yang tedampak bencana dari Anyar, Cinangka, sampai Sumur. “Persebaran anggota ini akan kami perkuat selain evakuasi korban, juga melakukan pembukaan akses jalan yang masih tertutup akibat bencana,” katanya.

Heru meminta seluruh jajaran pemerintah kecamatan hingga desa untuk melakukan koordinasi, agar diketahui darah yang terdampak tsunami yang belum dilakukan evakuasi.

“Makanya sore ini kami mengundang para camat yang wilayahnya terdampak tsunami, agar kita bisa melakukan evakuasi secara optimal,” katanya.

Heru mengaku tidak bisa memastikan dugaan korban yang meninggal karean sampai kini masih banyak yang belum bisa ditemukan lantaran daerah terdampak merupakan lokasi wisata. “Bisa jadi yang menjadi korban merupakan warga luar daerah. Terkecuali keluarganya melakukan koordinasi. Namun untuk sementara baru diketahui titik terdampak masih sebanyak 68 orang yang hilang atau belum ditemukan,” katanya. (Herman/Radar Banten)