Presiden Minta RSUD Tak Membedakan Peserta BPJS dan Umum

0
578 views

CILEGON – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyambangi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Cilegon, Jumat (6/12). Kunjungannya itu dalam rangka melihat secara langsung pelayanan kesehatan kepada masyarakat khususnya peserta Jaminan Kesehatan Nasional Kartu Indonesia Sehat (KIS) yang dikelola oleh BPJS Kesehatan.

Sejak tiba di RSUD Kota Cilegon, Presiden Jokowi yang didampingi oleh Gubernur Banten Wahidin Halim, Wakil Walikota Cilegon Ratu Ati Marliati, dan Plt Direktur RSUD Cilegon Hana Johan langsung mendatangi bagian pelayanan.

Di sana, mantan gubernur Jakarta itu berbincang dengan sejumlah masyarakat terkait BPJS Kesehatan dan layanan kesehatan. Selanjutnya, ia mengunjungi Instalasi Gawat Darurat (IGD). Di sana, ia berbincang dengan sejumlah pasien. Lagi-lagi, BPJS Kesehatan yang menjadi topik pembahasan.

Kunjungan selanjutnya adalah ruang perawatan. Di sana, ia pun berbincang dengan sejumlah pasien, yang dibahas pun tentang layanan kesehatan yang diberikan RSUD Kota Cilegon kepada masyarakat.

Jokowi menjelaskan, kunjungan mendadaknya ke RSUD Kota Cilegon untuk melihat secara langsung manfaat dari program JKN KIS BPJS Kesehatan. “Hampir tadi 90 persen memang BPJS,” ujar Jokowi usai sidak.

Menurutnya, data itu menunjukkan program JKN KIS yang dikelola oleh BPJS Kesehatan dimanfaatkan oleh masyarakat untuk mendapatkan pelayanan kesehatan.

RSUD Kota Cilegon bukan satu-satunya rumah sakit daerah yang dikunjungi Jokowi, sebelumnya ia mengaku mengunjungi RSUD Lampung dan Subang, di sana pun banyak peserta BPJS Kesehatan yang ditanggung pemerintah menikmati layanan rumah sakit.

Karena itu, ia meminta kepada seluruh rumah sakit daerah untuk terus meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Tidak hanya dengan meningkatkan infrastruktur, tapi juga tidak membedakan antara peserta BPJS dan bukan.

Sementara itu, Plt Direktur RSUD Kota Cilegon Hana Johan menuturkan, dalam kesempatan itu ia lebih banyak menyimak komunikasi antara Presiden Jokowi dengan masyarakat. “Pasien ditanya apakah berobat menggunakan BPJS? Dan memang hampir semuanya menjawab iya pakai BPJS,” ujar Hana.

Kata Hana, dalam kunjungan itu, Presiden Jokowi ingin menekankan kepada pemerintah daerah untuk bisa memberikan pelayanan yang optimal kepada masyarakat yang tidak mampu. “Pak Jokowi ingin pemerintah daerah mengayomi rakyatnya yang tidak mampu supaya bisa berobat,” tuturnya.

Menurut Hana, selama ini, pihaknya terus berupaya memberikan pelayanan kesehatan secara optimal kepada masyarakat. Ia meyakinkan jika manajemen RSUD Kota Cilegon tidak pernah membedakan antara pasien peserta BPJS Kesehatan dengan yang bukan.

Kunjungan Presiden Jokowi kemarin merupakan salah satu dari rangkaian kunjungannya ke Kota Cilegon. Setelah melihat RSUD Kota Cilegon, Presiden Jokowi meresmikan pabrik baru milik PT Chandra Asri Petrochemical di Kecamatan Ciwandan.

Kemudian, ia beserta rombongan bertolak ke Masjid Agung Kota Cilegon untuk menunaikan salat Jumat. Usai salat, ia dan rombongan makan siang di Rumah Makan Simpang Raya yang berada tak jauh dari Masjid Agung.

Setelah itu, kunjungan dilanjutkan ke Alun-alun Kota Cilegon. Di sana, Presiden meninjau program Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar) binaan Permodalan Nasional Madani  (PNM).

Usai dari sana, kunjungan dilanjutkan ke Kota Tangerang Selatan untuk meresmikan Tol JORR II ruas Kunciran-Serpong di gerbang Tol Parigi.

Selain Presiden Jokowi, terlihat juga Menteri Perindustrian RI Agus Gumiwang Kartasasmita dan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Tohir.

Terpisah, arahan Presiden Joko Widodo untuk memperbaiki pelayanan RSUD disambut baik Direktur RSUD Banten dr Danang Hamzah Nugroho. Ia mengatakan, sesuai dengan arahan Presiden dan Gubernur Banten, pihaknya terus melakukan peningkatan pelayanan. Bahkan, di saat kondisi RSUD rusak akibat angin kencang dan hujan deras beberapa waktu lalu, pihaknya langsung melakukan perbaikan agar masyarakat dapat segera terlayani dengan aman dan nyaman.

Danang mengatakan, pihaknya langsung melakukan perbaikan dengan merogoh anggaran sekira Rp100 juta. “Kalau untuk yang permanen insya Allah tahun depan,” ujarnya.

Dengan sudah dilakukannya perbaikan, ia mengatakan, pelayanan operasi akan segera dapat dilakukan. “Targetnya minggu depan sudah bisa digunakan lagi,” tutur Danang.

Terkait dengan instruksi Presiden agar tidak membeda-bedakan pasien umum dan BPJS, mantan direktur RSUD Malingping itu mengatakan, Gubernur dan Kepala Dinkes Provinsi Banten selalu menekankan semua warga Banten tidak boleh ada yang tidak dapat akses kesehatan. “Jangankan yang pasien BPJS dan umum, yang tidak miskin dan belum punya BPJS saja kami layani dengan baik,” terangnya. (bam-nna/air/ira)