SERANG – Tahun 2018 dan 2019 merupakan tahun politik, Presiden Joko Widodo mengingatkan kepada masyarakat agar tidak termakan isu-isu fitnah dan kabar bohong di media sosial, sehingga menimbulkan perpecahan di pesta demokrasi.

Ia menegaskan bahwa bangsa Indonesia haruslah bersatu. “Saya titip sebentar lagi, akan ada pemilihan Walikota, Bupati dan tahun depan Presiden. Beda pilihan tidak apa-apa. Setelah coblos, kita harus bersatu setanah air. Jangan sampai beda pilihan, satu rumah, antar tetangga, antar kampung, berantem. Tidak saling menyapa,” terang dia di Alun-alun Barat, Kota Serang, Rabu (14/3).

Berita bohong yang tersebar di media sosial, selama ini, tuturnya jangan sampai ditelan mentah-mentah. Indonesia memiliki 714 suku yang bermacam-macam. Beruntung Indonesia memiliki Pancasila yang bisa mempersatukan bangsa Indonesia.

“Saya jengkel, ada yang menyampaikan Presiden jokowi itu PKI. Fitnah itu. PKI bubar tahun 65, saya lahir tahun 61. Masa ada PKI balita,” ujarnya.

Sayangnya, logika berfikir tersebut banyak dipercaya masyarakat awam. “Nyari orangnya nggak ketemu-ketemu. Ada yang percaya itu. Ngawur itu, fitnah,” paparnya.

Ia mengatakan, di musim politik ini dan banyaknya berita hoax harus hati-hati. Ia juga berpesan untuk memilih sosok pemimpin yang baik, dan bisa memberikan perubahan baik untuk masyarakat. (Anton Sutompul/antonsutompul1504@gmail.com).