Ilustrasi ibadah haji.

JAKARTA – Presiden Joko Widodo menerima kunjungan kehormatan dari Menteri Luar Negeri Kerajaan Arab Saudi Adel Bin Ahmed Al Jubeir, di sela-sela Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Luar Biasa (LB) ke-5 Organisasi Kerjasama Islam (OKI), di JCC Senayan, Jakarta, Senin (7/3). Pada kesempatan itu, Presiden Joko Widodo meminta  agar penambahan kuota haji bagi Indonesia segera direalisasikan.

“Ide tersebut disambut baik oleh Menteri Luar Negeri Kerajaan Arab Saudi. Dalam waktu dekat Menteri Agama akan diutus oleh Presiden ke Arab Saudi untuk merealisasikan rencana ini.”  Demikian penjelasan Tim Komunikasi Kepresidenan, yang dilansir Pinmas Kemenag Ri, Senin (7/3).

September tahun lalu, Presiden Joko Widodo telah melakukan kunjungan ke Saudi Arabia dan bertemu dengan Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz Al Saud di Jeddah. Pada pertemuan itu, Raja Salman menyampaikan kepada Presiden Jokowi bahwa kuota jamaah haji  Indonesia akan ditambah sebanyak 10 ribu.

Sehubungan dengan renovasi Masjidil Haram, Pemerintah Saudi Arabia mengeluarkan kebijakan pemotongan kuota haji seluruh negara pengirim jamaah haji, termasuk Indonesia, sebesar 20% dalam tiga tahun terakhir. Kuota normal Indonesia yang berjumlah 211 ribu, terkurangi menjadi hanya 168.800 sejak tahun 2013. Antrian jamaah haji pun menjadi semakin lama, bahkan di beberapa daerah mencapai lebih dari 25 tahun. Karena itu, tambahan kuota haji sebanyak 10 ribu ini sangat berarti karena diharapkan dapat  mengurangi antrian jamaah haji.

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin bersama tim dari Ditjen Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah dijadwalkan akan segera bertolak ke Saudi Arabia. Selain membawa mandat Presiden terkait realisasi penambahan kuota haji, Menag juga akan mengecek perkembangan persiapan penyelenggaraan ibadah haji tahun ini, baik yang terkait akomodasi, transportasi, dan lainnya. (Pinmas/Aas)