Prioritas Pembangunan di Desa Bergeser

Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah meresmikan bangunan madrasah diniyah di Desa Pasauran, Kecamatan Cinangka, Selasa (21/1).

SERANG – Prioritas pembangunan di desa mulai bergeser. Penggunaan dana desa tahun ini tidak lagi difokuskan pembangunan infrastruktur, melainkan diarahkan untuk pembangunan pendidikan, kesehatan, dan peningkatan ekonomi masyarakat. Salah satunya pembangunan madrasah.

Hal itu terungkap pada acara peresmian Madrasah Diniyah (MD) di Desa Pasauran, Kecamatan Cinangka oleh Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah, Selasa (21/1). Turut mendampingi Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Serang Rudi Suhartanto.

Tatu mengapresiasi Pemerintah Desa Pasauran yang menyediakan anggaran pembangunan madrasah dari dana desa. Menurutnya, upaya Pemerintah Desa Pasauran harus dilakukan desa lain. Menurutnya, para kades lain harus bisa mempersiapkan sarana prasana pendidikan di desa masing-masing, di kampung-kampung dimulai dari madrasah diniyah. “Nanti DPMD yang akan menindaklanjutinya,” sarannya.

Menurutnya, pendidikan MD efektif membentuk karakter anak dari sisi pendidikan agama. “Desa Pasauran bisa melakukan, yang pasti desa lain juga harus bisa,” singgung Tatu.     

Di tempat yang sama, Kepala DPMD Kabupaten Serang Rudi Suhartanto mengatakan bahwa mulai 2020 desa sudah mulai memprioritaskan peningkatan pendidikan, kesehatan dan ekonomi masyarakat. Hal itu tertuang dalam ketentuan umum penggunaan dana desa 2020. “Prioritas pembangunan sudah bergeser. Sekarang sudah pelayanan kesehatan, pendidikan, dan ekonomi masyarakat,” katanya.

Ditegaskan Rudi, dana desa diperboolehkan digunakan pemerintah desa untuk pembangunan madrasah. Tapi, bangunan harus masuk neraca aset desa. “Kalau ada bangunan yang dibangun harus dicatat jadi aset desa,” jelasnya.

Terkait itu, Kepala Desa Pasauran Agus Japar mengatakan, pembangunan MD aspirasi masyarakat sehingga dianggarkan melalui dana desa tahun lalu. Untuk tanahnya hibah dari masyarakat. “Kita hanya membangun. Jadi gedung ini masuknya aset pemerintah desa,” ujarnya. (jek/zai/ags)