Produk Susu Fermentasi Turunkan Risiko Penyakit Jantung?

PRODUK susu fermentasi seperti yoghurt dan kefir diketahui memberikan manfaat baik untuk kesehatan tubuh. Menurut sebuah hasil studi, kebaikan dari produk susu fermentasi juga termasuk bisa turunkan risiko penyakit jantung.

Pada dasarnya, susu fermentasi melibatkan proses penguraian gula oleh bakteri dan ragi.

Selain dapat membantu meningkatkan pengawetan makanan, proses fermentasi ini juga memperbanyak jumlah bakteri baik di usus.

“Lactobacillus acidophilus misalnya, merupakan salah satu bakteri baik yang pada keadaan normal ada dalam saluran pencernaan manusia. Manfaat bakteri ini banyak sekali, mulai dari membantu menurunkan kadar kolesterol jahat, mencegah dan mengatasi diare, serta mengatasi bakteri pada vagina yang bisa menyebabkan keputihan. Bakteri baik tipe ini biasanya terdapat pada produk susu fermentasi,” jelas dr. Kartika Mayasari kepada KlikDokter.

Ditambahkan juga oleh dr. Nitish Basant Adnani, BMedSc, dari KlikDokter bahwa makanan yang kaya akan bakteri Lactobacillus bisa meningkatkan suasana hati seseorang.

Selain itu juga bisa membantu mengurangi gangguan depresi. Produk fermentasi juga dilaporkan dapat membantu tubuh menyerap nutrisi lebih baik, membuang racun di dalam tubuh, mendukung kekebalan tubuh, termasuk melindungi diri dari kanker prostat dan tekanan darah tinggi (hipertensi).

Menurut hasil sebuah penelitian dari Universitas Finlandia yang diterbitkan di jurnal medis “British Journal of Nutrition”, ditemukan bahwa konsumsi produk susu fermentasi dapat melindungi Anda dari penyakit jantung jika dikonsumsi sesuai anjuran.

Sebaliknya, jika dikonsumsi berlebihan bisa meningkatkan risiko perkembangan kondisi kardiovaskular.

Kaitan antara produk susu fermentasi dan risiko penyakit jantung

Penelitian ini meninjau data 1.981 pria usia 42-60 tahun yang menjadi partisipan studi “Kuopio Ischaemic Heart Disease Risk Factor” pada tahun 1984 dan 1989. Pada studi ini, para partisipan tidak menderita penyakit jantung.

Para partisipan ini kembali ditinjau setelah 4 dan 11 tahun. Setelah 20 tahun, sebanyak 472 pria dari total partisipan mengalami kejadian terkait jantung koroner.

Pada beberapa dekade terakhir, tingginya lemak pada susu dan produk olahannya telah memunculkan kekhawatiran bagi pada ahli, sehingga mendorong masyarakat untuk mengurangi atau membatasi susu jenis full-fat. Meski demikian, selanjutnya timbul pertanyaan apakah susu dan produk olahannya harus dievaluasi terfokus pada kandungan lemaknya saja, atau segala nutrisinya secara keseluruhan.

“Temuan kami menunjukkan bahwa produk susu fermentasi mungkin memiliki lebih banyak manfaat baik dibandingkan dengan produk susu non-fermentasi. Oleh karena itu, mengonsumsi produk seperti yoghurt, kefir, susu asam (sour milk), atau quark adalah ide bagus,” kata Dr. Jyrki Virtanen, profesor epiodemiologi nutrisi di Universitas Eastern Finlandia kepada Newsweek.

Manfaat produk susu fermentasi lainnya

Lebih lanjut, Dr. Jyrki menjelaskan bahwa susu fermentasi atau susu versi rendah lemak mungkin menjadi pilihan yang lebih baik, dengan catatan bahwa produk-produk tersebut tidak mengandung gula tambahan.

Meski begitu, penelitian ini bersifat observasi, sehingga tidak benar-benar membuktikan bahwa produk susu fermentasi bisa mengurangi risiko terjadinya penyakit kardiovaskular.

Para peneliti menyebut akan melakukan penelitian lebih lanjut mengenai hal ini. Studi yang akan dilakukan berupa uji klinis acak terkait efek kesehatan yang didapat dari berbagai produk susu fermentasi dan produk yang tidak difermentasi.

Dengan mengetahui banyaknya manfaat produk susu fermentasi, yuk mulai lebih banyak mengonsumsinya. Namun, ingat untuk teliti saat membaca kemasan, dan pilih produk yang tidak mengandung tambahan gula.

Variasikan juga dengan pola makan sehat bergizi seimbang, istirahat cukup, olahraga secara teratur, serta singkirkan jauh-jauh kebiasaan buruk, seperti merokok dan konsumsi minuman beralkohol, agar manfaatnya benar-benar bisa Anda rasakan. (RN/RVS/klikdokter)