Produksi Budi Daya Ikan Air Payau Menurun

Staf Desa Domas Imam Fadlurohman memantau kondisi tambak ikan air payau di Kampung/Desa Domas, Kecamatan Pontang, Minggu (19/1).

SERANG – Produksi budi daya ikan air payau di Kabupaten serang menurun. Dari total produksi sebanyak 48.084,34 ton pada 2018 turun menjadi 40.048,27 ton pada 2019.

Hal itu dikeluhkan Kepala Seksi (Kasi) Budi Daya Perikanan Air Payau Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Kabupaten Serang Rochyan melalui sambungan telepon seluler, Minggu (19/1). Rochyan mengungkapkan, pencapaian target produksi budi daya ikan air payau secara umum pada 2016 dan 2017 meningkat. Yakni, 2016 mencapai 47.429,07 ton atau sekira 102,3 persen dan 2017 mencapai 47.544,29 ton atau 100,6 persen. “Tahun kemarin (2019-red) produksinya menurun,” katanya.

Dijelaskan Rochyan, penurunan jumlah produksi ikan air payau karena pertengahan tahun lalu mengalami cuaca ekstrem dan terjadi tumpahan minyak mentah di pesisir pantai utara Kabupaten Serang, sehingga berdampak terganggunya proses produksi di pertambakan. “Hasilnya juga jadi berkurang,” keluhnya.

Kendati demikian, Rochyan menegaskan, kondisi penurunan produksi ikan itu tidak terlalu menimbulkan kerugian signifikan bagi nelayan tambak. Para nelayan sudah mendapat ganti rugi dari PT Pertamina sesuai kerugian yang mereka alami. “Masalah itu (penurunan produksi ikan air payau-red) sudah selesai. Nelayan juga langsung bisa menebar benih lagi,” jelasnya.

Tahun ini, pihaknya sudah mempersiapkan bibit dan perencanaan produksi ikan air payau dengan matang. Bahkan, pihaknya berencana mengembangkan produksi budi daya udang vaname dan metodologi budi daya polikultur. “Artinya di dalam satu tambak kita akan membudidayakan dua jenis produksi, yaitu ikan dan rumput laut,” tandasnya.

Terkait itu, Iman Mubidin, nelayan tambak setempat mengaku optimistis tahun ini akan mendapat hasil produksi ikan yang bagus di tambaknya. Meski saat ini cuaca sedang buruk, ia memperkirakan cuaca pertengahan tahun ini akan kembali normal. “Semoga saja enggak ada tumpahan minyak lagi,” harapnya. (mg06/zai/ags)