Produksi Rumahan Meningkat Perkuat Transaksi Antarumat

0
1.052 views

Oleh : Wari Syadeli, M.Si

Anggota Satgas Covid-19 MUI Banten

Pandemi Covid-19 secara global di 215 negara memukul praktik kapitalisme global, industri multinasional serta negara-negara maju mengalami penurunan ekspor dikarenakan suply chain terganggu akibat kebijakan penanganan Covid-19 di setiap negara.

Semua negara kini dihantui resesi ekonomi global, beberapa negara maju terdampak cukup serius seperti Amerika Serikat, Jerman, Hongkong, Singapura dan Korea selatan. Kita tahu Amerika Serikat dikatakan resesi dikarenakan mengalami pertumbuhan ekonomi negatif dua kali dalam satu tahun atau minimal dua quartal. IMF dan Bank Dunia memprediksi resesi global akan terjadi dan pertumbuhan ekonomi disemua negara secara global diprediksi minus.

Namun ada hal menarik dari dampak pandemi pada sektor ekonomi bila kita amati ada pergeseran pola konsumsi masyarakat di tengah pandemi. Dari konsumsi produk industri besar bergeser ke konsumsi produk subtitusi yakni produk olahan rumah tangga.Penurunan produksi industri besar disebabkan menurunnya transaksi akibat pembatasan sosial di awal sebaran (outbreak) hal itu terjadi karena penurunan daya beli. Di sisi lain uniknya produksi makanan olahan rumah tangga meningkat dampak dari kampanye “di rumah aja”.

Dari observasi yang coba kami lakukan peningkatan penjualan bahan kue, tepung terigu, gula sebagian besar diserap oleh rumah tangga khususnya usaha olahan makanan di rumah tangga. Momentum pandemi ini cukup memberikan peluang bagi umat, di mana umat bisa melakukan produksi di rumah dan ditransaksikan antarrumah. Bahkan bisa ditransaksikan secara nasional melalui pemasaran digital serta pemanfaatan platform e-commerce yang selama ini belum dimanfaatkan serius oleh pemerintah untuk menstimulus peningkatan industri lokal.

Transaksi e-commerce seiring peningkatan kepercayaan terutama di kalangan milenial mengalami kemajuan pesat hingga transaksinya mencapai Rp150 triliun bahkan mengalami peningkatan di musim pandemi. Sayangnya peningkatan itu tidak menstimulus industri lokal karena 90% produk yang diperdagangkan sebagian besar import produksi negara asing yang didominasi oleh Tiongkok padahal produk yang diperdagangkan ada produk rumah tangga di Tiongkok

Meski Indonesia telah mengikrarkan kemerdekaan hingga tujuh puluh lima kali pasca Bung Karno dan Bung Hatta memproklamirkan Indonesia namun kedaulatan produk lokal masihlah rendah, kecenderungan memakai produk import menjadi jalan pintas buah dari ketidakmandirian. Namun pandemi Covid-19 menyentak kita semua kini saatnya mengembalikan produksi ke asalnya yakni rumah tangga.

Perkembangan teknologi dan lahirnya alat pengolah makanan berskala rumah tangga haruslah dimanfaatkan umat untuk memproduksi produk olahanan di rumah. Selain dijamin kehalalannya dijamin pula bahan bakunya, transaksi antar umat perlu digalakkan. Umat mestilah sadar bahwa transaksi antarumat dapat memberdayakan serta meningkatkan ekonomi umat. Semangat bela beli di antara umat perlu dikuatkan agar terlahir muslim dan muslimah yang kuat secara finansial dikarenakan produktif dalam memanfaatkan waktunya. Hal ini dapat menjadikan mereka sebagai seorang yang bermanfaat bagi umat lain lewat pengamalan ajaran Islam yakni Zakat, Infak dan shodaqohnya.

Lembaga Amil Zakat di setiap daerah perlu mengambil kesempatan ini untuk memberikan pendampingan dan pemberdayaan umat, khususnya yang terdampak Covid-19. Melalui pendampingan dengan penguatan moril, skill dan modal khususnya pada penguatan produksi produk olahan rumah tangga umat. Serta memfasilitasi saluran distribusi melalui komunitas-komunitas umat maka akan lahir muzakki baru sehingga berdampak pada peningkatan dana ZIS.

Proyeksi lembaga riset asal AS yakni McKinsey pada transaksi e-commerce di Indonesia akan terus mengalami surplus setiap tahunnya. Pada 2030 dipresiksi mengalami peningkatan hingga Rp3000 triliun. Pemerimtah perlu sadar dan memersiapkan diri dari sekarang untuk mengambil peluang besar tersebut. Sementara umat harus saling bahu membahu berbagi menguatkan usaha saudaranya agar tumbuh besar. Saya bermimpi semua produk yang ada di e-commerce berasal dari produk rumahan milik umat. Ayo kita semangat di musim pandemi hindarilah malas dan berusaha untuk giat berinovasi produk di rumah serta berkolaborasi dagang sesama umat. Wallahua’lambisshawab. (*)